Ia menyampaikan bahwa program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini merupakan manifesto kemanunggalan TNI, pemerintah, adat, dan masyarakat dalam memanusiakan kehidupan warga di pelosok. Pihaknya ingin memastikan setiap warga, termasuk di sudut terjauh seperti Buluh Kasok, bisa tidur dengan tenang tanpa bayang-bayang ketakutan saat cuaca buruk melanda.
Dampak nyata ini turut diamini oleh Kepala Jorong Buluh Kasok, Edison. Dengan penuh rasa syukur, Edison menyatakan bahwa kehadiran program sosial, terutama bedah rumah bagi masyarakatnya, sangat membantu meringankan beban ekonomi warga lokal yang selama ini hidup dalam keterbatasan harian.
Menurutnya, TMMD/N ke-129 bukan sekadar membawa bahan bangunan, melainkan membawa semangat baru dan martabat bagi warganya agar tidak lagi merasa terisolasi atau dilupakan.
(Rel/Yud)
