Hal senada juga diutarakan Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono. Ia menegaskan, Polri berkomitmen bahu-membahu bersama Pemda dan masyarakat di Sumbar hingga situasi pascabencana lahar dingin dan longsor kembali kondusif.
“Polri berada di tengah bapak/ibu sekalian. Sebagaimana amanat Bapak Presiden dan Kapolri, kami akan hadir sampai tuntas,” ucap Irjen Suharyono.
Menanggapi dukungan yang luar biasa terhadap upaya pemulihan pascabencana di Sumbar, Gubernur Mahyeldi Ansharullah pun meminta agar seluruh masyarakat terdampak bencana untuk tenang dan tak khawatir.
Sebab, kehadiran pemerintah semata-mata untuk mendukung upaya pemulihan pascabencana, yang memang menjadi tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat yang tertimpa musibah.
“Tempat pengungsian adalah tempat yang aman. Segala kebutuhan ada di sini. Jika ada yang kurang, laporkan dan nanti akan dipenuhi. Tidak usah risaukan apa pun. Tenangkan pikiran. Jika ada rumah yang rusak atau hanyut, nanti pemerintah yang akan membangunkan. Kalau tidak punya tanah, nanti kita carikan tanahnya. Terpenting, pendataan harus dilakukan secepat mungkin. Sembari waktu pemulihan berjalan, pendataan juga harus dilakukan,” ucap Gubernur.
Sejauh ini, bencana banjir lahar dingin dan longsor yang menerjang Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Kota Padang Panjang telah menimbulkan korban jiwa sebanyak 58 orang, dan 35 orang lainnya hilang dan masih dilakukan pencarian.
Selain itu, 33 warga menjsdi korban luka-luka, dan lebih dari 1.500 warga saat ini bertahan di pengungsian.
(adpsb)
