BeritaSumatera Barat

Upaya Pemprov Berbuah Manis, Tingkat Literasi Masyarakat Sumbar Nomor 4 Tertinggi Nasional

998
Gubernur Sumbar, Mahyeldi terima Sertifikat Memory of the World Commitee for Asia and Pacific Regional Register (MOWCAP) Tambo Tuanku Imam Bonjol dari UNESCO
Gubernur Sumbar, Mahyeldi terima Sertifikat Memory of the World Commitee for Asia and Pacific Regional Register (MOWCAP) Tambo Tuanku Imam Bonjol dari UNESCO. (f/dok pemprov)

Sementara, indikator IPLM meningkat 16, 41 persen. Bahkan Sumbar berada di posisi 4 nasional tertinggi IPLM. Berdasarkan data dari salah satu media online nasional Sindo tentang 20 negara penduduknya paling rajin membaca buku tahun 2024. Indonesia berada di tingkat 12 dunia dari 102 negara di dunia. “Dengan IPLM nomor 4 nasional, artinya masyarakat Provinsi Sumbar termasuk yang terbesar menyumbang pembaca buku di Indonesia,” ungkap Mahyeldi.

Pencapaian indikator ini juga tidak terlepas dari dukungan jumlah koleksi buku dan perpustakaan di kabupaten kota, desa, nagari, perguruan tinggi, sekolah-sekolah (SD, SMP SMA, SMK, MA).

ADVERTISEMENT

“Semua didukung dari sana. Termasuk munculnya TBM. Ini semua meningkat setiap tahun,” terangnya.

“Jadi inilah kegiatan literasi yang menyentuh masyarakat langsung. Meskipun secara tidak langsung menghasilkan uang. Dengan membaca, masyarakat punya ilmu dan menghasilkan dalam bentuk uang dan jasa,” ungkap Mahyeldi.

Raih Sejumlah Penghargaan

Berbagai program dan kegiatan peningkatan literasi masyarakat yang dilaksanakan Pemprov Sumbar melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar berhasil meraih sejumlah penghargaan. Meliputi, penghargaan dari Perpusnas RI sebagai pemenang lomba Lapak Terbaik ada Peer Learning Meeting Nasional di Surabaya.

Juga ada penghargaan Tim Sinergi Provinsi Terbaik dalam Implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Pemprov Sumbar juga meraih piagam penghargaan sebagai Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) Terbaik Nasional.

Yang paling membanggakan, Gubernur Sumbar menerima Sertifikat Memory of the World Commitee for Asia and Pacific Regional Register (MOWCAP) Tambo Tuanku Imam Bonjol dari UNESCO.

MOWCAP adalah forum regional untuk Program Memori Dunia/Memory of the World (MOW) global Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) yang didirikan pada 1998.

Naskah ini terpilih setelah mengikuti proses pemilihan suara dari peserta pertemuan yang mewakili Australia dan Tuvalu, Bangladesh, Tiongkok, Filipina, India, Malaysia, Mongolia, Uzbekistan, dan Vietnam.

(adpsb)

Exit mobile version