AdvInfrastrukturSumatera Barat

Atasi Kemacetan Padang Lua, Gubernur Sumbar Sepakat Lanjutkan Jalan Bypass Bukittinggi-Koto Baru

453
Gubernur Sumbar, Mahyeldi memimpin rapat pembahasan rencana penataan kawasan dan pembangunan infrastruktur di Padang Lua
Gubernur Sumbar, Mahyeldi memimpin rapat pembahasan rencana penataan kawasan dan pembangunan infrastruktur di Padang Lua. (f/pemprov)

Mjnews.id – Satu isu besar yang sudah lama dikeluhkan masyarakat yakni kemacetan parah di kawasan Pasar Padang Lua, jalur utama penghubung antara Bukittinggi dan Padang, menjadi topik rapat yang dipimpin Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, di ruang rapat Istana Gubernur, Jumat (24/10/2025).

Rapat pembahasan rencana penataan kawasan dan pembangunan infrastruktur di Padang Lua tersebut dihadiri Bupati, Agam Benni Warlis, jajaran Balai Jalan, Balai MCKTR, OPD Provinsi dan Kabupaten Agam, serta camat dan wali nagari setempat.

ADVERTISEMENT

Semua pihak hadir untuk mencari solusi konkret dan berkelanjutan agar arus lalu lintas di kawasan itu bisa kembali lancar.

“Alhamdulillah, setelah mendengar berbagai masukan, kita sepakat mengambil langkah bersama untuk mengatasi kemacetan di Padang Lua. Kita akan menata kembali pasar dan melanjutkan pembangunan jalan bypass Bukittinggi–Koto Baru. Dengan kolaborasi yang kuat, insya Allah masalah ini bisa kita atasi bersama,” ujar Mahyeldi seusai rapat.

Rapat pembahasan rencana penataan kawasan dan pembangunan infrastruktur Padang Lua di ruang rapat Istana Gubernur Sumbar. (f/pemprov)

Dari hasil pembahasan, disepakati dua langkah utama sebagai solusi terbaik yakni penataan dan revitalisasi Pasar Padang Lua untuk jangka pendek agar kawasan lebih tertib dan tidak mengganggu lalu lintas; dan melanjutkan proyek bypass Bukittinggi–Koto Baru sebagai solusi jangka panjang yang diyakini dapat memperlancar arus kendaraan antarwilayah.

Sementara opsi pembangunan underpass atau flyover akhirnya tidak dilanjutkan, karena dinilai memiliki risiko tinggi baik secara teknis maupun keselamatan.

Rapat pembahasan rencana penataan kawasan dan pembangunan infrastruktur Padang Lua di ruang rapat Istana Gubernur Sumbar. (f/pemprov)

Daerah Padang Lua diketahui berada di zona rawan gempa dan patahan aktif, sehingga pembangunan underpass dianggap berbahaya. Sedangkan flyover juga sulit direalisasikan karena posisinya berada di atas jalur rel kereta api, dan pihak PT KAI tidak memberikan izin dengan alasan keamanan.

Bupati Agam, Benni Warlis, menegaskan pentingnya dua solusi yang telah disepakati. “Revitalisasi pasar penting untuk jangka pendek, sementara bypass jadi solusi jangka panjang agar arus transportasi lebih lancar,” ujarnya.

Exit mobile version