Pemprov Sumbar akan terus memantau perkembangan cuaca serta potensi banjir susulan. Koordinasi dengan BMKG, BPBD, dan pemerintah kabupaten/kota akan terus ditingkatkan untuk memastikan langkah antisipasi berjalan efektif.
Sementara itu, Suci Ramadhan, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Nagari Kampung Galapung menyampaikan bahwa saat ini 250 warga masih bertahan di lokasi pengungsian, termasuk 44 balita dan 92 lansia.
“Mereka sudah bertahan dua malam di tempat pengungsian sejak banjir melanda Minggu siang,” ujar Suci.
Ia menambahkan, saat ini satu unit dapur umum telah beroperasi, namun tenaga juru masak masih terbatas sehingga diperlukan tambahan personel untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan konsumsi.
“Selain konsumsi, para pengungsi juga membutuhkan pakaian layak pakai. Sudah dua hari mereka tidak bisa mengganti pakaian,” jelasnya.
Jangan Abaikan Peringatan Cuaca
Wagub Vasko juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan peringatan cuaca ekstrem yang dikeluarkan BMKG. Meski angin dan intensitas hujan mulai menurun, kondisi lapangan masih belum sepenuhnya aman.
Pemprov Sumbar telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan, sementara Pemkab Padang Pariaman juga sudah menetapkan status siaga bencana di sejumlah wilayah terdampak banjir.
“Cuaca masih sangat dinamis, keselamatan harus diutamakan. Ikuti peringatan BMKG dan arahan petugas di lapangan,” tegas Vasko.
Wagub juga berdialog dengan warga yang mengungsi serta mengecek kesiapan tenaga medis dan logistik. Sejumlah lansia dilaporkan mengalami demam, dan petugas kesehatan telah disiagakan di posko. Penanganan di lapangan dipimpin langsung Bupati Padang Pariaman bersama Wali Nagari dan Wali Korong.
Vasko memastikan koordinasi lintas lembaga akan terus diperkuat, termasuk dengan BPBD, Dinas Sosial, pemerintah nagari, dan relawan setempat. Ia menekankan bahwa percepatan penanganan korban dan pemulihan pascabencana harus berjalan paralel dengan mitigasi jangka panjang.
“Banjir ini bukan kejadian tunggal. Kita perlu mempercepat normalisasi sungai dan penguatan mitigasi agar masyarakat lebih terlindungi ke depan,” ujar Vasko.
