BeritaParlemenSumatera Barat

Ketua DPRD Sumbar Dorong Sekolah Jadi Ruang Aman, Nyaman dan Ramah bagi Anak

17
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi saat menghadiri Pelatihan Konvensi Hak Anak di Kota Padang
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi saat menghadiri Pelatihan Konvensi Hak Anak di Kota Padang. (f/ist)

Mjnews.id – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, mendorong agar sekolah benar-benar menjadi ruang aman dan nyaman bagi anak untuk belajar, mengembangkan potensi, serta membentuk karakter.

“Konsep sekolah ramah anak tidak cukup hanya diwujudkan melalui fasilitas yang nyaman. Lingkungan pendidikan juga harus mampu memberikan perlindungan, memenuhi hak anak, sekaligus mendorong mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak dan percaya diri,” kata Muhidi saat menghadiri Pelatihan Konvensi Hak Anak dalam rangka mewujudkan sekolah ramah anak melalui pemenuhan dan perlindungan hak anak di Kota Padang, Rabu (9/9/2026).

ADVERTISEMENT

Muhidi mengatakan, perlindungan dan pemenuhan hak anak membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. DPRD Sumbar, kata dia, memiliki peran strategis melalui tiga fungsi utama, yakni legislasi, penganggaran dan pengawasan.

“Dengan tiga fungsi ini, DPRD bisa membantu memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan. Kalau memang dibutuhkan aturan baru atau penyempurnaan terhadap aturan yang sudah ada, tentu akan kita tindaklanjuti sesuai masukan yang ada,” ujar Muhidi.

Ia menegaskan, anak merupakan investasi paling berharga bagi keluarga, masyarakat, daerah hingga bangsa. Karena itu, perhatian terhadap anak tidak boleh sebatas mencegah kekerasan dan memenuhi hak-haknya, tetapi juga harus diarahkan pada pengembangan potensi dan kualitas sumber daya manusia.

“Kita jangan hanya berpikir bagaimana melindungi anak, tetapi juga bagaimana menumbuhkan mereka sehingga menjadi sumber daya manusia yang unggul,” katanya.

Muhidi menilai, keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas generasi yang dipersiapkan sejak sekarang. Anak-anak, menurutnya, harus mendapatkan bekal kecerdasan yang diiringi karakter, akhlak dan keimanan yang kuat.

Ia juga menekankan pentingnya penanaman iman dan tauhid sejak dini sebagai landasan bagi anak dalam bersikap dan mengambil keputusan.

“Kalau iman dan tauhidnya kuat, insyaallah cara berpikirnya akan benar. Ketika cara berpikirnya benar, tindakan yang dilakukan juga akan mengarah kepada hal yang benar,” tuturnya.

Selain pendidikan agama, Muhidi mendorong penguatan pendidikan karakter melalui pembiasaan sikap jujur, bertanggung jawab dan menghargai orang lain. Menurutnya, karakter yang baik akan menjadi modal penting bagi anak dalam membangun kepercayaan dan menjaga diri dalam lingkungan pergaulan.

Ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan budaya membaca di kalangan anak. Literasi dinilai menjadi bekal penting untuk membantu anak memahami perkembangan dunia, menghadapi perubahan dan mengembangkan kemampuan diri.

“Anak-anak harus kita dorong untuk suka membaca. Ilmu akan menjadi bekal mereka untuk sukses dan menghadapi masa depan,” ujarnya.

Muhidi berharap sekolah ramah anak dapat diwujudkan secara nyata sehingga peserta didik tidak merasa takut, tertekan ataupun khawatir ketika berada di lingkungan pendidikan.

“Jadikan sekolah sebagai tempat yang nyaman. Biarkan anak-anak berkembang, mengenali potensinya dan tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat,” katanya.

Exit mobile version