“Sumbar punya berbagai warisan budaya yang ditandai dengan berbagai produk kerajinan yang turun temurun seperti fashion, makanan, dan lain-lain. Potensi produk tersebut agar dapat bermanfaat lebih besar tentu perlu pengembangan dan penambahan nilai (added value),” lanjut gubernur.
Pada tahun 2020 dan 2021 masyarakat pelaku usaha mikro yang terdampak pandemi Covid-19 juga mendapat fasilitas dari pemerintah berupa bantuan modal. Penerima bantuan produktif usaha mikro Sumbar melalui Kementerian Koperasi dan UKM RI tahun 2020 sebesar Rp. 625 miliar lebih dengan penerima sebanyak 263.157 orang, masing-masing memperoleh Rp2,4 juta.
Selanjutnya pada tahun 2021 usaha mikro mendapat bantuan lagi sebesar Rp334 miliar lebih dengan penerima sebanyak 286.977 orang, masing-masing memperoleh Rp1,2 juta.
Dalam RPJMD 2021-2026 difokuskan lagi untuk pengembangan UMKM ini yang dikemas dalam Program Unggulan (Progul). Progul ini merupakan turunan dari Visi Gubernur Sumatera Barat Terwujudnya Sumatera Barat Madani Yang Unggul dan Berkelanjutan dengan Misi : Meningkatkan Usaha Perdagangan dan Industri Kecil / Menengah serta Ekonomi Berbasis Digital.
(MMC)
