Masih Ada Beberapa Kendala di Lapangan
Mulai dari titik 0 Km di sekitar Kasang Duku hingga beberapa titik lainnya, pembangunan tol ini menghadapi tantangan berupa pendakian yang ekstrem dan penimbunan di beberapa ruas jalan.
“Untungnya, kami dapat memanfaatkan galian yang diambil di beberapa titik untuk digunakan kembali dalam penimbunan jalan yang sebelumnya berada di daerah rendah. Hingga saat ini, sekitar 4,2 kilometer jalan tol sudah selesai dibangun secara fisik,” ujar Tuti.
Ketua Tim Percepatan jalan tol Padang Sicincin, Syafrizal Ucok, mengakui masih ada beberapa kendala di lapangan, seperti pemilik lahan yang tidak tinggal di lokasi atau di Padang Pariaman, pemilik lahan yang masih dalam perselisihan dengan keluarganya, dan pemilik lahan yang tinggal di luar daerah.
Tugas utama Tim Percepatan adalah memfasilitasi pertemuan antara para pihak yang terlibat dan mendorong percepatan penyelesaian masalah serta proses pemberkasan. Dalam pertemuan dan rapat-rapat Tim Percepatan, berbagai kendala dicarikan solusi dengan batas waktu penyelesaian yang jelas, sehingga setiap bulan terjadi kemajuan dalam pembebasan lahan.
Selain itu, Tim Percepatan juga membantu masyarakat dalam persiapan dokumen lahan, pembuatan surat-surat pernyataan, dan panduan bagi pemilik lahan dalam membuat Surat Alas Hak dari tanah adat. Hal ini menjadi patokan dan syarat penting untuk mendapatkan ganti rugi.
Meskipun terdapat beberapa kendala, pembangunan jalan tol Padang-Sicincin diharapkan dapat selesai sesuai rencana, dengan upaya pemerintah dan koordinasi yang baik antara semua pihak terkait.
(ns/eds)
