Ade Rezki Pratama mengatakan, kita harus bersama-sama mendapatkan informasi edukasi dan komunikasi tentang pentingnya apa itu obat-obatan, vitamin, kosmetik.
“Mudah-mudahan tahun 2024, seluruh puskesmas di Kota Bukittinggi dapat menambah alat-alat kesehatan yang baru dan peningkatan labor kesehatan daerah di kota Bukittinggi,” harap Ade.
Beberapa bulan terakhir, Ade menambahkan, tidak hanya di Bukittinggi namun hampir seluruh rakyat yang ada di Indonesia sempat khawatir dan geger karena banyaknya kasus anak-anak balita yang jatuh sakit, ada yang akhirnya kritis bahkan meninggal dunia karena minum obat penurun panas dalam bentuk sirup yang ternyata obat-obat sirup tadi tercemar oleh eilenglikol yang membahayakan.
Terakhir Ade mengimbau, selayaknya masyarakat harus cermati bagaimana nanti masyarakat semuanya lebih cerdas, cermat dalam membaca, membeli dan mengkonsumsi bahkan memberikan obat dan makanan kepada orang lain.
Sementara Kepala BBPOM Kota Padang, Abdul Rahim menyampaikan, kita lakukan premater sebelum dijual, diberikan ijin edar sehingga apabila kesalahan minum obat sirup tidak layak yang menimbulkan korban jiwa tidak terjadi.
Kepala BBPOM Kota Padang memberikan contoh kepada masyarakat Bukittinggi mengenai ditemukannya iklan melalui Medsos tentang obat dan makanan ilegal. Kejadian ini timbul karena ketidaktahuan dan cara penggunaan, makanan, obat-obatan, kosmetik yang cukup baik.
(ril/aii)
