Panitia penerimaan pemulangan jemaah haji terdiri dari panitia Asrama Haji dan panitia yang telah ditunjuk oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah.
Lebih lanjut, H. Hendri Pani Dias menyatakan bahwa kebutuhan akan penanganan kesehatan jemaah haji telah disiapkan dengan menyiapkan ruangan khusus di Asrama Haji untuk penanganan kesehatan jemaah yang membutuhkan.
Terkait dengan pengiriman air zam-zam oleh Biro Jemaah Haji, sejauh ini telah dikirimkan sebanyak 5 liter air zam-zam, namun belum semua jemaah haji menerima pengiriman air zam-zam tersebut. Masih terdapat pengiriman air zam-zam melalui biro pengiriman yang sedang berlangsung.
Selain itu, ada tambahan 5 liter air zam-zam berdasarkan usulan pemerintah Republik Indonesia, sehingga setiap jemaah akan menerima total 10 liter air zam-zam yang dapat diambil langsung di kantor Kementerian Agama daerah kabupaten dan kota asal jemaah.
Hendri menjelaskan bahwa pemakaman jemaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci Mekah akan ditangani oleh Maktab, termasuk pengamanan paspor jemaah. Maktab ini merupakan lembaga swasta yang mengelola 70 unit maktab untuk menangani jemaah haji yang meninggal dunia, mulai dari proses pemandian, pengafanan, penyolatan, hingga pemakaman di Mekah.
H. Hendri Pani Dias juga menyampaikan bahwa total jumlah jemaah haji dari Sumbar dan Bengkulu adalah 7.266 orang, dengan rincian 4.276 orang dari Sumbar, 1.969 orang dari Bengkulu, serta 80 petugas haji dan 24 TPHD (Tim Penyelenggara Haji Daerah) yang ditugaskan dari kabupaten dan kota di Sumbar.
(Obral)
