Mjnews.id – Masih seputar wacana pergantian nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang diapungkan oleh Bupati Padang Pariaman, Jhon Kendy Aziz menjadi Bandara Syekh Burhanudin.
Hendri Gusvira salah seorang warga Padang Pariaman mengatakan bahwa Jhon Kendy Aziz Bupati Padang Pariaman dangkal dalam memahami sejarah.
Hal itu diungkapkan Hendri Gusvira pada Jum’at (25/6/2026) malam dalam wawancara khusus melalui telepon selulernya.
Menurut Hendri Gusvira, penetapan nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sudah melalui proses panjang dengan dialog di tingkat Provinsi Sumatera Barat semasa Gubernur Gamawan Fauzi tahun 2004. Waktu itu, sudah banyak nama tokoh masyarakat Sumatera Barat dimunculkan seperti Bung Hatta, Imam Bonjol, Azwar Anas, Hasan Basri Durin, Anas Malik dan sebagainya, akhirnya jatuh ke nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dengan nama itu sudah mewakili daerah Sumatera Barat.
Disampaikan, Jhon Kendy Aziz tidak banyak tahu tentang sejarah di Padang Pariaman termasuk Sumatera Barat, karena dia besar di rantau di Jakarta, dia pulang kampung karena terpilih menjadi bupati. Sehingga dia tidak pernah memahami sejarah di Padang Pariaman, kini dengan mengganti nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dia bisa disebut orang merusak sejarah.
“Salah satu contoh pemberian nama RSUD Parit Malintang menjadi RSUD Muslim Kasim dan nama Masjid IKK menjadi Masjid Ali Mukhni. Pendapat Hendri Gusvira ada yang lebih pantas dijadikan H. Anas Malik putra Sungai Geringging semasa dia Padang Pariaman lebih terbuka dalam pembangunan dari pada H. Musim Kasim dan M.Nur putra VII Koto Padang Sago yang menjadi bupati sebelum Anas Malik. Nama Syekh Burhanudin lebih pantas dan tepat untuk nama Masjid IKK, bukan nama Ali Mukhni,” ujarnya.
Sebelumnya, Bandara Internasional Minangkabau (BIM) bernama Minangkabau Internasional Airport (MIA) karena MIA sudah terdaftar di IATA sebagai callname resmi Bandara Miami di AS.
“Makanya disepakati nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Kini malah mau diganti lagi dengan Syekh Burhanudin. Terlihat disitu kedangkalan Jhon Kendy Aziz dalam memahami sejarah,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan, kalau memang Jhon Kendy Aziz mau mengganti nama juga, coba ganti nama jalan Tol Sicincin Padang menjadi jalan Tol Padang Pariaman. Karena jalan Tol Sicincin Padang tidak ada terletak di Kota Padang. Sepanjang jalan Tol Sicincin Padang, hanya berada dalam wilayah Kabupaten Padang Pariaman.
Kemudian ada lagi GOR di Sikabu yang dibangun semasa Gubernur Irwan Prayitno, sampai kini belum ada punya nama.
Sementara itu Anesa Satria melihat viral informasi di Beranda Medsos tentang wacana pergantian nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Bandara Syekh Burhanudin yang digagas oleh Bupati Padang Pariaman Jhon Kendy Aziz, mencoba membuat survei abal-abal selama dua hari. Hasil yang setuju untuk berganti nama hanya 5 persen 75 persen menyatakan tidak setuju dan yang menjawab tidak tahu 20 persen.
(tka)
