Pasaman BaratSumatera Barat

Bupati Pasbar Tindaklanjuti Proposal Usulan Masyarakat di Kinali

249
×

Bupati Pasbar Tindaklanjuti Proposal Usulan Masyarakat di Kinali

Sebarkan artikel ini
Bupati Pasbar Tindaklanjuti Proposal Usulan Masyarakat di Kinali
Bupati Pasbar, Hamsuardi tinjau beberapa titik lokasi untuk menindaklanjuti Proposal Usulan Masyarakat di Kecamatan Kinali. (f/diskominfo)

Mjnews.id – Dalam rangka menindaklanjuti proposal usulan masyarakat, Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Hamsuardi didampingi perwakilan Dinas PUPR Kabupaten Pasaman Barat Azwir, Yusrizal Bela, Amar Makruf dan stakeholder terkait meninjau beberapa titik lokasi di Kecamatan Kinali, Kamis (5/10/2023).

Usulan lokasi tersebut diantaranya berada di Yayasan Pondok Pesantren Darul Hadist, Yayasan Pondok Pesantren Al Fatah Nurul Huda, Pembangunan Jalan Rabat Beton Batu Lipek, dan Normalisasi Sungai Koja, Kecamatan Kinali.

Pada kesempatan itu, Bupati Hamsuardi mengungkapkan bahwa peninjauan yang dilakukan merupakan tindaklanjut dari beberapa proposal usulan dari masyarakat ke Pemda Pasbar. Meskipun baru melakukan peninjauan awal dengan anggaran yang terbatas, ia berharap agar beberapa usulan yang masuk tersebut mulai direalisasikan di tahun anggaran 2024 mendatang.

“Setelah kita lakukan peninjauan, usulan penanganan longsor Air Rau dari pihak Pesantren membutuhkan biaya cukup besar dan tidak memungkinkan ditangani dengan pengadaan langsung, kecuali aliran sungai dipindahkan dan lahan sudah bebas. Sementara pengadaan Rumah Tahfidz Yayasan Pondok Pesantren Al-Fatah Nurul Huda nilai anggaran sebesar 70 juta rupiah, sedangkan normalisasi sungai jembatan Koja sebanyak 50 juta rupiah dan pembuatan jalan rabat beton Air Maruok menuju objek wisata Batu Lipek kita anggarkan sebesar 100 juta rupiah. Semoga tahun depan semua ini dapat kita usulkan,” ucapnya.

Sementara perwakilan PUPR Amar Makruf menjelaskan, saat meninjau Yayasan Pondok Pesantren Darul Hadist Air Rau dengan usulan pemasangan bronjong sebagai antisipasi penahan aliran sungai yang mengancam tebing telah dilakukan sepanjang lebih kurang 20 meter. Untuk penanganan jangka panjang, dibutuhkan bangunan konstruksi turap beton bertulang karena tinggi tebing mencapai 10-12 meter.

Di samping itu, usulan pembangunan Rumah Tahfidz yang berlokasi di Yayasan Pondok Pesantren Al Fatah Nurul Huda membutuhkan tambahan ruang belajar dengan ukuran 12 x 5,5 meter, dan ruang kantor ukuran 3 x 5,5 meter serta kebutuhan dapur ukuran 4 x 5 meter. Selanjutnya pembangunan jalan rabat beton sepanjang 125 meter, sekaligus sebagai jalan penghubung ke lokasi objek wisata Batu Lipek Air Maruok, Kecamatan Kinali.

“Terakhir, kita meninjau normalisasi sungai Koja yang berfungsi sebagai penampung dan saluran pembuang air permukaan untuk mengatasi banjir. Meskipun bertahap, semoga usulan yang masuk dan yang kita lakukan peninjauannya hari ini dapat segera terealisasi dengan baik,” tangkasnya.

(wal)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT

banner 120x600