Selain risiko gempa, kondisi topografi Solok Selatan yang berbukit serta banyaknya aliran sungai turut meningkatkan potensi bencana sekunder, seperti banjir dan tanah longsor, terutama saat musim hujan.
“Kegiatan jumpa pers ini merupakan agenda rutin dengan tema yang menyesuaikan kondisi terkini. Karena sekarang musim hujan, kami hadirkan BPBD untuk memberi informasi kepada masyarakat,” ujar Irwanesa, yang juga Asisten III pemerintah daerah kabupaten Solok Selatan.
BPBD juga mengusulkan pemasangan sistem peringatan dini seperti sirine mitigasi gempa untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, dalam menghadapi bencana.
“Kita tidak bisa mencegah bencana, tetapi bisa meminimalisir dampaknya. Semoga prediksi ini tidak menjadi kenyataan, namun kita harus tetap waspada dan siap,” kata Sonni Patrisia, saat menutup pembicaraannya.
(sus)
