Solok SelatanSumatera Barat

Komit Majukan Koperasi, Pemkab Solsel Adakan Sosialisasi Perkoperasian

148
×

Komit Majukan Koperasi, Pemkab Solsel Adakan Sosialisasi Perkoperasian

Sebarkan artikel ini
Pemkab Solsel Adakan Sosialisasi Perkoperasian
Pemkab Solsel Adakan Sosialisasi Perkoperasian. (f/diskominfo)

Mjnews.id – Pemerintah Kabupaten menegaskan kembali komitmennya dalam memajukan koperasi di Solok Selatan. Terlebih saat ini dengan kembali diaktifkannya Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Solok Selatan, maka akan dapat mendorong semakin sehatnya koperasi yang ada saat ini.

Bupati Solok Selatan yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Novirman mengatakan, saat ini di Solok Selatan ada 138 koperasi yang terdiri dari 7 koperasi nasional, 131 koperasi primer, kemudian dari koperasi primer itu aktif sebanyak 72 dan tidak aktif 59.

“Banyaknya koperasi tidak aktif di Solok Selatan ini disebabkan tidak terlaksananya RAT antara lain dengan kredit macet dan bantuan pemerintah yang belum terselesaikan pertanggungjawabannya serta permasalahan konflik internal koperasi itu sendiri,” kata Novirman dalam pembukaan Sosialisasi Perkoperasian di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati Solok Selatan, Senin (25/09/2023).

Dia melanjutkan, koperasi di kabupaten ini umum bergerak pada usaha simpan pinjam yang mana jumlah KSP dan USP yaitu 39 koperasi dan sisanya bergerak di sektor riil seperti pertanian, peternakan, perkebunan, perdagangan dan lainnya.

Keberadaan koperasi simpan pinjam diakuinya telah membantu meminimalisir praktek rentenir yang berkembang ditengah masyarakat. Sedangkan koperasi di sektor rill juga telah adanya kemitraan dengan perusahaan khususnya perkebunan, pertanian, dan perikanan.

“Pemerintah akan terus berikan dukungan terhadap koperasi, buktinya pada juni yang lalu Dekopinda Solok Selatan kembali diaktifkan. Ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam hal memajukan Koperasi di Kabupaten Solok Selatan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dekopin Wilayah Sumbar Hendra Irwan Rahim mengakui saat ini pemerintah justru lebih fokus pada pengembangan UMKM ketimbang koperasi. Padahal keberadaan koperasi juga tidak kalah pentingnya dengan jenis usaha lainnya.

“Saya sangat berharap agar pemerintah mulai dari pusat sampai daerah menyuarakan lagi tentang Koperasi,dan kepada semua yang hadir kita satukan visi dan misi untuk kemajuan koperasi,” ungkapnya.

Adapun pelatihan ini diikuti oleh okoh Masyarakat, Alim Ulama, Bundo Kanduang, Niniak Mamak dan, generasi muda Solok Selatan.

Turut dihadiri juga oleh ketua Dekopin Solok Selatan, Dinas Perindagkop dan UKM Solok Selatan, serta unsur masyarakat.

(sus)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT

banner 120x600