BeritaJawa TengahTNI

Semangat Gotong Royong TMMD ke-128, Warga Krangean Ubah Batu dari Bukit Menjadi Jalan Desa

15
Warga Krangean Ubah Batu dari Bukit Menjadi Jalan Desa
Warga Krangean Ubah Batu dari Bukit Menjadi Jalan Desa. (f/pendim)

Mjnews.id – Di tengah suasana pedesaan yang dikelilingi perbukitan, warga Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, tampak bergotong-royong memindahkan batu-batu besar ke lokasi pembangunan jalan dalam program TMMD ke-128 Kodim 0702/Purbalingga.

Dengan alat seadanya dan tenaga bersama, batu-batu itu diangkut sedikit demi sedikit untuk memperkuat pondasi jalan yang sedang dikerjakan.

ADVERTISEMENT

Batu-batu tersebut bukan didatangkan dari luar, melainkan berasal dari lingkungan sekitar desa. Kontur wilayah Krangean yang berada di daerah pegunungan membuat banyak batu besar tersebar di perbukitan. Kondisi tersebut pun dimanfaatkan Satgas TMMD bersama warga sebagai bahan alami untuk memperkokoh struktur jalan.

Pemanfaatan batu lokal dalam pembangunan jalan Desa Krangean

Sertu Riyadi, anggota Satgas TMMD Kodim 0702/Purbalingga mengatakan bahwa pemanfaatan batu lokal menjadi solusi efektif sekaligus efisien dalam pembangunan jalan.

“Kondisi wilayah di sini memang banyak bebatuan besar di atas bukit, jadi kami manfaatkan sebagai bahan pondasi jalan agar lebih kuat, sekaligus mempermudah proses pembangunan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Selain sebagai bahan material alami, penggunaan batu-batu tersebut juga memberikan dampak positif bagi warga. Batu-batu yang sebelumnya berada di lereng dan berpotensi longsor, kini dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

“Dengan diambil dan dimanfaatkan untuk jalan, kekhawatiran warga terhadap potensi longsor juga bisa berkurang,” tambahnya.

Sementara itu, Kosim salah satu warga yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut mengaku senang bisa ikut ambil bagian.

“Kalau hujan, batu-batu ini memang kadang bikin was-was. Alhamdulilah sekarang dipindah, bahkan bermanfaat untuk pembangunan jalan desa,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan bahwa pembangunan jalan ini sangat dinantikan oleh warga, karena selama ini akses menuju jalan desa maupun ke kebun cukup sulit dilalui, terutama saat hujan turun.

Gotong royong yang terjalin antara Satgas TMMD dan warga menjadi kekuatan utama dalam proses pembangunan tersebut. Dari batu-batu yang sebelumnya menjadi kekhawatiran, kini berubah menjadi pondasi harapan bagi masyarakat.

Perlahan namun pasti, jalan desa di Krangean mulai terbentuk lebih kokoh. Dari tangan-tangan yang bekerja tanpa lelah, lahir akses baru yang diharapkan mampu membawakan kemudahan dan keamanan bagi warga di masa mendatang.

(*)

Exit mobile version