BeritaJawa TengahTNI

Tua Muda Bersatu Bangun Drainase TMMD ke-128, Harapan Baru untuk Jalan Krangean

8
Satgas bersama Warga Krangean bBangun drainase TMMD ke-128
Satgas bersama Warga Krangean bBangun drainase TMMD ke-128. (f/pendim)

Mjnews.id – Di antara terik matahari yang mulai meninggi, suasana semangat dan penuh kekompakan terus tumbuh di setiap sudut Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara. Semua warga baik tua dan muda tampak menyatu bahu-membahu dalam satu irama kerja yang sama, untuk membangun drainase dalam program TMMD ke-128 Kodim 0702/Purbalingga.

Jalan desa yang kerap tergenang air saat hujan itu, kini menjadi perhatian yang lebih serius. Genangan yang terus berulang seringkali membuat kondisi jalan menjadi cepat rusak bahkan menyulitkan aktivitas warga. Sehingga, permasalahan itu kini mulai ditangani dengan pembangunan saluran drainase.

ADVERTISEMENT

“Sebelum jalan di bangun, kita bangun dulu saluran drainasenya agar ketika hujan turun air bisa mengalir dan tidak menggenang di jalan. Dengan demikian aspal jalan yang baru nantinya jadi lebih awet,” ujarnya, Sabtu (24/4/2026).

Namun lebih dari sekedar pembangunan fisik, pemandangan kebersamaan warga menjadi hal yang paling terasa. Tidak hanya para orang tua dan Satgas TMMD saja, pemuda desa pun turut bergabung dalam pembangunan ini. Ada yang mengangkat material tanah yang telah digali, mengukur panjang saluran drainase hingga merapikan saluran yang mulai terbentuk, semua dilakukan bersama, tanpa membedakan usia.

“Yang paling terlihat disini adalah kebersamaannya. Alhamdulillah sejak pagi tidak hanya bapak-bapak saja, muda-mudi di desa ini juga turun tangan terlibat dalam pembangunan. Ini yang membuat pekerjaan terasa lebih ringan dan cepat selesai,” tambahnya.

Semangat gotong royong itu menjadi cerminan harapan yang sama, yakni menjadikan Desa Krangean lebih baik. Drainase yang di bangun pun bukan sekedar untuk mengalirkan air, melainkan sebagai langkah awal memperbaiki kualitas infrastruktur desa agar lebih tahan dan nyaman digunakan.

Di tengah cangkul yang terayun dan adonan semen yang terus diolah, terselip harapan besar dari seluruh warga. Mereka bekerja bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan desa, di mana jalan tak lagi rusak saat hujan dan kebersamaan tetap menjadi pondasi utama pembangunan.

(*)

Exit mobile version