Perkembangan pembangunan di Desa Krangean juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, saat meninjau lokasi TMMD bersama Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Sterad pada Senin (12/5/2026), mengaku optimistis program tersebut akan memberikan dampak besar bagi masyarakat.
“Kami melihat langsung progres pembangunan berjalan sangat baik. TMMD bukan hanya membangun jalan, tetapi membuka akses kehidupan masyarakat. Ketika akses terbuka, ekonomi akan bergerak lebih cepat dan pelayanan masyarakat menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara Satgas TMMD dan warga yang dinilai mampu mempercepat pembangunan desa.
“Gotong royong seperti ini adalah kekuatan utama pembangunan desa. Semangat kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat harus terus dijaga,” kata Dimas.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga juga menghadirkan berbagai program sosial bagi masyarakat.
Sebanyak 10 unit Rumah Tidak Layak Huni direnovasi, lima unit MCK dan fasilitas air bersih dibangun, serta program ketahanan pangan dilakukan melalui pengolahan lahan pertanian dan bantuan bibit ikan lele.
Sebanyak 7.300 pohon juga ditanam sebagai bagian dari penghijauan lingkungan. Sementara bantuan stunting disalurkan kepada masyarakat untuk mendukung kesehatan ibu dan anak.
Berbagai penyuluhan dan pelayanan masyarakat turut dilaksanakan mulai dari kesehatan, pertanian, wawasan kebangsaan, UMKM, administrasi kependudukan hingga perpustakaan keliling.
Bagi masyarakat Desa Krangean, perubahan yang kini terjadi terasa begitu berarti.
“Sekarang jalan sudah halus bagus dan mulai diaspal. Kami senang karena aktivitas jadi lebih mudah. Kami berharap ekonomi warga juga semakin baik,” ujar Kasniah (58), warga Dusun Watu Tumpang Desa Krangean.
