ParlemenKota Bukittinggi

Anggota DPRD Bukittinggi Dapil ABTB Terima Aspirasi Warga, Kondisi Banda Tambuo Jadi Sorotan

731
×

Anggota DPRD Bukittinggi Dapil ABTB Terima Aspirasi Warga, Kondisi Banda Tambuo Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Reses Anggota DPRD Bukittinggi Dapil ABTB
Reses Anggota DPRD Bukittinggi Dapil ABTB. (f/siti aisyah)

Mjnews.id – Tiga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), gelar reses kelompok masa sidang II tahun 2024/2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Camat ABTB, Kamis (24/04/2025).

Tiga wakil rakyat dari ABTB yang dimaksud, Ketua DPRD Bukittinggi, Syaiful Efendi, Anggota DPRD, Yerri Amiruddin dan M. Taufik Tuanku Mudo. Sementara itu, Anggota DPRD dapil ABTB lainnya, Jon Edwar, laksanakan reses perorangan di lokasi berbeda.

ADVERTISEMENT

Sekretaris Camat ABTB, Fachrul Razi, mengatakan, kehadiran para wakil rakyat di tengah masyarakat, penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan DPRD dalam menjawab berbagai persoalan yang ada.

Dalam kesempatan itu, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi dan permasalahan yang dihadapi di wilayah ABTB. Mulai dari persoalan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga program-program pemberdayaan ekonomi yang lebih menyentuh kebutuhan warga.

Diantaranya, permintaan pembangunan balai pertemuan dan peresmian puskesmas Birugo. Pengawasan terhadap pembangunan rumah petak di Parik Antang yang belum memenuhi syarat perizinan. Selain itu, masalah kekurangan air bersih juga masih jadi kendala di tengah masyarakat.

Warga juga meminta perhatian terhadap kondisi Banda Tambuo, yang cukup memprihatinkan, karena terdapat jembatan runtuh, sehingga membuat aliran air berubah dan dikhawatirkan merusak sawah warga, serta dinding pembatas mulai tergerus. Selain itu, juga diminta dukungan pelaksanaan kegiatan remaja bidang adat budaya di Kota Bukittinggi.

Ketua DPRD, Syaiful Efendi, menegaskan, reses menjadi salah satu sarana untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Apapun kebutuhan warga, ditampung untuk diperjuangkan agar dapat terealisasi ke depannya.

“Reses jadi sarana untuk menjemput aspirasi masyarakat. Kontribusi yang diberikan masyarakat inilah, yang kami butuhkan, dalam menyusun program pembangunan dan kebijakan daerah ke depan,” ujarnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT