PendidikanSumatera BaratUNP

Tutup LKS SMK di UNP, Ariswan: Peta Pemberi Kerja di Sumbar Zona Merah

730
×

Tutup LKS SMK di UNP, Ariswan: Peta Pemberi Kerja di Sumbar Zona Merah

Sebarkan artikel ini
Pemberian hadiah kepada para pemenang Lomba Kompetensi Siswa SMK di UNP
Pemberian hadiah kepada para pemenang Lomba Kompetensi Siswa SMK di Fakultas Teknik UNP Air Tawar Padang. (f/obral)

Mjnews.id – Peta potensi peluang pemberi kerja di Sumatera Barat (Sumbar) merupakan zona merah. Dengan tarif gaji yang hanya sebanyak Rp 1,5 juta per bulan diterima tenaga kerja dari jebolan SMK. Perihal ini sangat perlu Bidang SMK Dinas Pendidikan Sumbar akan mempertanyakan hal ini pada Kementerian Perindustrian.

Penegasan ini disampaikan Kepala Bidang PSMK Dinas Pendidikan Sumbar, Dr. Ariswan ketika menutup ajang Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS SMK) se-Sumbar di Fakultas Teknik UNP Air Tawar Padang.

ADVERTISEMENT

Lomba tersebut berlangsung selama 3 hari Senin-Rabu (26-28 Mei 2025).

“Saya akan kemukakan ini kepada Kementerian Perindustrian sebagai upaya merespon bahwa kemampuan pengusaha di Sumbar bayar gaji pada tenaga kerja yang jebolan dari SMK hanya sebanyak Rp 1,5 juta per bulan,” beber Ariswan menyampaikan rasa kecewanya kepada pemangku kebijakan instansi tenaga kerja dan pengusaha pemberi lapangan kerja.

Menurut Ariswan, jebolan SMK di Sumbar telah ditempa di masing-masing sekolahnya sebagai tenaga kerja terampil yang siap bersaing di pasar kerja, tetapi dipandang sebelah mata oleh pengusaha di negeri sendiri.

“Kita akan melepas sebanyak 87 siswa ke Turki dalam waktu dekat ini untuk bekerja di perhotelan dengan gaji setara dengan Rp 18 juta per bulan untuk selama 2 tahun. Bila dikalikan uang sebanyak itu dengan per tahunnya mencapai Rp 1,2 miliar, dan penghasilan setahun per 1 orang tenaga kerja sebanyak Rp 300 juta. Sedangkan target tenaga kerja asal Sumbar dari siswa SMK dikirim ke Negara Turki mencapai sebanyak 1 orang per tahun. Sementara itu, beberapa peluang kerja bagi jebolan SMK asal Sumbar dengan skill khusus akan diutus pula bekerja di Negara Jerman”, imbuhnya.

Kata Ariswan lagi, peluang kerja yang didapatkan oleh generasi muda jebolan sekolah kejuruan ini asal daerah kita dengan rata-rata mencapai sekira 84 persen.

Sementara Dekan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan UNP, Prof. Dra. Asmar Yulastri, M.Pd, Ph.D menyambut baik atas kegiatan dari ajang LKS yang telah dilaksanakan.

Menurut Prof. Yulastri, kegiatan LKS-SMK meningkatkan kompetensi siswa/i di berbagai program studi yang ada di SMK.

“Siswa/i memperoleh keberuntungan “dua coki tiga nokang”. Jebolan SMK punya banyak pengalaman memasuki dunia kerja”, support Prof Yulastri.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT