pemkab muba
Berita

Guntur Wahono Gelar Sosialisasi Pancasila Bersama Ratusan Petani Blitar

299
×

Guntur Wahono Gelar Sosialisasi Pancasila Bersama Ratusan Petani Blitar

Sebarkan artikel ini
IMG 20250613 WA0107

Mjnews.id Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Guntur Wahono, SE, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan karakter kebangsaan dan ketahanan pangan nasional dengan menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Pancasila Sumber Toleransi dalam Keberagaman dan Kemajemukan Masyarakat Indonesia”. Kegiatan ini digelar pada Jumat, 13 Juni 2025, di Desa Kedawung, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, dan dihadiri oleh ratusan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dari berbagai wilayah di Kabupaten Blitar.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, Toha Mashuri, S.Sos, MM, yang memberikan dukungan terhadap kegiatan yang menggabungkan pembinaan ideologis dengan dialog terbuka mengenai isu-isu pertanian yang dihadapi masyarakat saat ini.

ADVERTISEMENT

Dalam sambutannya, Guntur Wahono menyampaikan bahwa Pancasila sebagai dasar negara bukan hanya menjadi fondasi ideologis, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun toleransi, persatuan, dan keadilan sosial di tengah keberagaman Indonesia, termasuk dalam sektor pertanian. Ia menegaskan pentingnya peran petani dalam menjaga ketahanan pangan sebagai salah satu aspek vital dalam pembangunan nasional.

“Petani adalah tulang punggung pangan Indonesia. Kita harus menyadari bahwa ketahanan pangan dimulai dari tangan para petani. Jika petani hidup sejahtera, maka masyarakat Indonesia pun akan ikut sejahtera. Negara yang kuat adalah negara yang mampu menjamin ketersediaan pangan bagi rakyatnya,” ungkap Guntur di hadapan para peserta.

Sosialisasi ini tidak hanya menyentuh aspek ideologis, tetapi juga membuka ruang dialog langsung antara petani dan wakil rakyat. Dalam sesi tanya jawab, para peserta aktif menyampaikan keluhan dan pertanyaan terkait permasalahan yang mereka hadapi di lapangan. Tercatat ada tiga pertanyaan utama yang diajukan oleh peserta. Salah satu yang paling mengemuka adalah keluhan terkait sulitnya membeli solar atau bahan bakar untuk menghidupkan mesin-mesin pertanian, yang menurut petani semakin menyulitkan kegiatan produksi di tengah tekanan ekonomi dan cuaca yang tidak menentu.

Menanggapi keluhan tersebut, Guntur Wahono menyampaikan empatinya dan menegaskan bahwa permasalahan tersebut bukan hal sepele. Ia berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat, khususnya terkait regulasi pembelian solar bersubsidi bagi petani, agar dapat ditinjau ulang dan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.

“Saya sangat memahami keresahan panjenengan semua. Masalah solar ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Petani harus diberi akses yang adil terhadap sumber energi untuk mendukung produksi. Saya akan sampaikan langsung aspirasi ini ke kementerian terkait agar segera ada solusi,” jelas Guntur Wahono.

Acara ini ditutup dengan ajakan kepada seluruh petani untuk terus menjaga semangat gotong royong, memperkuat organisasi tani, serta tidak lelah menyuarakan aspirasi mereka melalui jalur-jalur konstitusional. Guntur juga berharap para petani bisa menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, menjaga nilai-nilai kebangsaan dan tetap produktif dalam menghadapi tantangan zaman. (*)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT