BeritaNasional

Hari Batik Nasional, Terwujudnya Batik Lintas 5 Hasil Karya Warga Binaan Lapas Cipinang

528
×

Hari Batik Nasional, Terwujudnya Batik Lintas 5 Hasil Karya Warga Binaan Lapas Cipinang

Sebarkan artikel ini
Batik Lintas 5 Hasil Karya Warga Binaan Lapas Cipinang
Batik Lintas 5 Hasil Karya Warga Binaan Lapas Cipinang. (f/humas)

Mjnews.id – Peringatan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober menjadi momentum bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang untuk menunjukkan bahwa pemasyarakatan bukan hanya tentang pengamanan, melainkan juga ruang kreatif, produktif, dan penuh harapan.

Melalui Batik Lintas 5, karya tangan Warga Binaan, Lapas Cipinang menegaskan komitmennya dalam membina kemandirian berbasis budaya bangsa.

ADVERTISEMENT

Kalapas Cipinang, Wachid Wibowo, mengatakan bahwa batik hasil karya Warga Binaan bukan sekadar produk keterampilan, tetapi juga simbol transformasi diri.

“Batik Lintas 5 adalah bukti nyata pembinaan di Lapas menghasilkan karya produktif dan bermakna. Kami ingin masyarakat melihat bahwa Warga Binaan punya semangat untuk berkarya, berkontribusi, dan bangkit kembali,” katanya, Kamis 2 Oktober 2025.

Dikatakannya, program membatik di Lapas Cipinang disusun melalui pelatihan intensif mulai dari pembuatan motif, pencantingan, pewarnaan, hingga finishing. Lebih dari sekadar keterampilan teknis, kegiatan ini menanamkan nilai kesabaran, disiplin, serta kerja sama.

“Dari proses pembinaan itulah lahir Batik Lintas 5, sebuah brand yang menghadirkan motif bernuansa kebangsaan sekaligus mencerminkan nilai pemasyarakatan,” tutupnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Irdiansyah Rana yang menyebut bahwa Batik Lintas 5 kini telah menjadi ikon pembinaan kemandirian Lapas Cipinang.

“Batik karya Warga Binaan rutin tampil dalam berbagai pameran di pusat perbelanjaan ternama seperti Pasaraya Grande, Kota Kasablanka, hingga event instansi pemerintah. Kehadiran mereka di ruang publik adalah bukti bahwa pembinaan ini diterima masyarakat,” bebernya.

Dijelaskan Irdiansyah, dengan semangat PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel), Lapas Cipinang menjadikan Hari Batik Nasional sebagai momentum untuk memperlihatkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi jembatan menuju pemulihan dan kemandirian.

“Batik Lintas 5 bukan hanya karya, melainkan simbol bahwa di balik tembok Lapas, Warga Binaan sedang menenun kembali masa depan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu Warga Binaan yang terlibat aktif, RZ mengungkapkan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari program ini.

“Membatik membuat saya fokus dan sabar, bahkan saya mendapat sertifikat pelatihan sebagai bukti keterampilan. Bagi saya, Batik Lintas 5 adalah jalan untuk berubah dan memperbaiki diri,” ucapnya dengan haru.

(Yud)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT