PendidikanJakarta

Ribuan Buku Masuk Lapas Cipinang, Program Literasi Warga Binaan Kian Diperkuat

0
×

Ribuan Buku Masuk Lapas Cipinang, Program Literasi Warga Binaan Kian Diperkuat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260604 WA0053
Bantuan sebanyak 1.158 buku di Lapas Kelas I Cipinang. (Dok. Istimewa)

MJNEWS.ID – Upaya membangun budaya literasi di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang menerima bantuan sebanyak 1.158 buku dari Fraksi Partai NasDem DPR RI dalam kegiatan Gotong Royong Literasi yang digelar di Aula Bina Insan Lapas Cipinang, Kamis (4/6/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari penguatan pembinaan berbasis pendidikan bagi Warga Binaan, sekaligus mendukung pengembangan Komunitas Baca Lembar Nasihat Temukan Rasa (LENTERA) yang menjadi wadah belajar, berdiskusi, dan meningkatkan wawasan di dalam lapas.

ADVERTISEMENT

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya, Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Victor Laiskodat, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, serta jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Fraksi Partai NasDem dalam memperkuat program literasi bagi Warga Binaan.

Menurutnya, buku memiliki peran penting dalam proses pembinaan karena mampu membuka wawasan sekaligus membangun karakter.

“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan melalui bantuan 1.158 buku ini. Bagi kami, buku bukan sekadar bacaan, tetapi jendela perubahan. Melalui literasi, Warga Binaan mendapatkan ruang untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” kata Wachid.

Ia menegaskan, pembinaan di Lapas Cipinang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pengembangan pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan.

“Tembok lapas mungkin membatasi ruang gerak, tetapi tidak boleh membatasi ilmu dan harapan. Melalui Aula Bina Insan dan Komunitas Baca LENTERA, kami ingin menghadirkan ruang tumbuh bagi Warga Binaan untuk menemukan kembali potensi terbaik dalam dirinya,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menilai dukungan literasi menjadi bagian penting dalam transformasi sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan produktif.

“Pemasyarakatan hari ini bukan hanya tentang pengamanan, tetapi bagaimana membina dan mempersiapkan Warga Binaan agar kembali menjadi bagian produktif di masyarakat. Dukungan literasi seperti ini menjadi energi positif dalam proses perubahan tersebut,” ungkap Mashudi.

Sementara itu, Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya mengatakan gerakan literasi merupakan bentuk kepedulian untuk membuka kesempatan kedua bagi Warga Binaan agar mampu menata masa depannya.

“Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah. Buku membuka wawasan, membangun cara berpikir, dan menghadirkan harapan baru. Semoga buku-buku ini menjadi teman perjalanan bagi Warga Binaan untuk terus belajar dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Willy.

Dari kalangan Warga Binaan, Ketua Komunitas Baca LENTERA berinisial YND menyambut positif tambahan koleksi buku yang diterima. Ia menyebut bantuan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan budaya membaca di dalam lapas.

“Melalui LENTERA yang baru kami rintis ini, kami ingin membuktikan bahwa belajar dan memperbaiki diri tidak pernah berhenti. Buku membuat kami melihat dunia lebih luas, mendapatkan inspirasi, dan menjaga harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.

Dengan tambahan 1.158 buku tersebut, Lapas Cipinang berharap program literasi dapat semakin berkembang dan menjadi sarana pembinaan yang efektif dalam membentuk Warga Binaan yang berpengetahuan, berkarakter, serta siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT