BeritaKota Payakumbuh

Pemko Payakumbuh Perkuat SAKIP Berbasis AI, Dorong Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Akuntabel

21
×

Pemko Payakumbuh Perkuat SAKIP Berbasis AI, Dorong Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Akuntabel

Sebarkan artikel ini
Rapat evaluasi SAKIP Pemko Payakumbuh tahun 2026
Rapat evaluasi SAKIP Pemko Payakumbuh tahun 2026. (f/pemko)

Mjnews.id – Pemerintah Kota Payakumbuh mempercepat penguatan tata kelola pemerintahan dan akuntabilitas kinerja melalui Rapat Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2025 sekaligus persiapan menghadapi Evaluasi SAKIP Tahun 2026 yang akan mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Rapat yang digelar di Ruang Pertemuan Riza Falepi, Balai Kota Payakumbuh, Rabu 10 Juni 2026, dipimpin Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda dan diikuti seluruh kepala perangkat daerah serta Tim SAKIP Kota Payakumbuh.

ADVERTISEMENT

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta untuk memperkuat budaya kerja birokrasi yang terukur, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berorientasi pada hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) yang akan menerapkan sistem evaluasi SAKIP berbasis AI guna meningkatkan efektivitas, objektivitas, dan akurasi penilaian kinerja pemerintah daerah.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah Rida Ananda menyampaikan apresiasi atas capaian SAKIP Kota Payakumbuh yang kembali mempertahankan predikat BB dengan peningkatan nilai dari 76,01 menjadi 76,31 berdasarkan hasil evaluasi KemenPANRB.

“Capaian ini patut disyukuri karena menunjukkan komitmen seluruh perangkat daerah dalam memperbaiki kualitas kinerja pemerintahan. Namun, berbagai rekomendasi hasil evaluasi tetap harus ditindaklanjuti agar manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat,” kata Rida.

Ia menjelaskan peningkatan nilai terjadi pada seluruh komponen penilaian, mulai dari perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja hingga evaluasi internal.

Meski demikian, evaluasi masih menemukan sejumlah catatan, terutama terkait penjenjangan atau cascading kinerja yang belum sepenuhnya selaras antara sasaran strategis daerah dengan pelaksanaan program dan kegiatan di tingkat perangkat daerah.

Menurut Rida, penyelarasan tersebut menjadi kunci agar setiap program yang dibiayai APBD benar-benar berkontribusi terhadap pencapaian target pembangunan dan kebutuhan masyarakat.

Menghadapi evaluasi berbasis AI, Payakumbuh dinilai memiliki kesiapan yang cukup baik. Berdasarkan hasil survei Pusat Studi Tata Kelola dan Reformasi Administrasi Universitas Indonesia (UI-CSGAR), Payakumbuh menempati peringkat kedua terbaik di Sumatera Barat dalam aspek kesiapan dokumen dan dukungan teknis.

Kondisi itu membuka peluang bagi Payakumbuh menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan evaluasi SAKIP berbasis AI.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT