pemkab muba
BeritaKabupaten SijunjungOlahraga

Benzema Ibnu Wusqo, Anak Nagari Sisawah Menuju Pesepak Bola Profesional

40
×

Benzema Ibnu Wusqo, Anak Nagari Sisawah Menuju Pesepak Bola Profesional

Sebarkan artikel ini
Benzema Ibnu Wusqo
Benzema Ibnu Wusqo

Mjnews.id – Dari pelosok Nagari Sisawah, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, sebuah mimpi besar sedang tumbuh. Namanya Benzema Ibnu Wusqo, putra pasangan Gusra Widona dan Abdul Rahim, yang kini mulai menapaki jalan panjang menuju sepak bola profesional.

Lahir di Sisawah pada 23 Juni 2012, Benzema sejak usia dini telah menunjukkan kecintaannya terhadap si kulit bundar.

ADVERTISEMENT

Ketika duduk di bangku kelas II sekolah dasar, ia mulai aktif berlatih sepak bola sekaligus mengikuti berbagai pertandingan antarsekolah sepak bola (SSB) di Kabupaten Sijunjung.

Langkah awalnya dimulai bersama SSB Gelugur FC. Di tempat inilah kemampuan teknik, keberanian dan mental bertandingnya mulai ditempa.

Benzema Ibnu Wusqo

Perjalanan kemudian berlanjut bersama SSB Soska FC, sebelum Benzema mendapat kesempatan memperkuat IFA Indarung Padang.

Kini, tantangan yang lebih besar kembali menanti. Benzema dipercaya memperkuat PS GAS Kota Sawahlunto pada ajang Piala Soeratin tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026.

Tim PS GAS Sawahlunto itu dilepas langsung oleh Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra dari halaman rumah dinas Walikota, Sabtu (22/8/26) lalu.

Bagi pemain muda yang baru berusia 14 tahun, kesempatan tersebut bukan sekadar tambahan dalam daftar pengalaman. Piala Soeratin menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa talenta dari daerah pun mampu berdiri sejajar ketika mendapat kesempatan, dibarengi kerja keras, kedisiplinan dan mental yang kuat.

Prestasi Tumbuh Bersama Pengalaman

Perjalanan Benzema ternyata tidak berhenti pada kompetisi di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Pada 2023, ketika memperkuat Gelugur FC, ia turut menjadi bagian dari tim yang meraih Juara I Festival Sepak Bola Indarung Football Academy (IFA) Cup I Kelompok Usia 10 Tahun.

Setahun kemudian, pengalaman Benzema semakin berkembang. Bersama Soska FC, ia dipercaya tampil pada Liga TopSkor National Championship 2024 U-12 di Sentul, Kabupaten Bogor, yang berlangsung 8–14 Juli 2024.

Tidak berhenti di sana, pada 2025 Benzema kembali mendapatkan pengalaman berharga bersama IFA Indarung Padang melalui FOSSBLINDO National Series 2025 U-13 Road to IFFC Kuala Lumpur Malaysia. Pengalaman tersebut kemudian membawanya ke panggung internasional.

Pada 26–29 Desember 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, Benzema berhasil menjadi bagian dari tim IFA Indarung Padang yang meraih peringkat ketiga kategori U-13 dalam Klang Valley International Football Forum Championship (KV-IFFC).

Prestasi itu menjadi bukti bahwa perjalanan seorang pemain muda tidak hanya ditentukan oleh dari mana ia berasal, tetapi juga oleh seberapa besar kemauan untuk belajar dan berkembang.

Dari Sisawah Menembus Kompetisi Lebih Tinggi

Bagi Benzema, setiap pertandingan bukan sekadar mengejar kemenangan, setiap turnamen menjadi ruang belajar.

Dari Kabupaten Sijunjung, ia belajar menghadapi kompetisi yang lebih ketat di Padang. Dari Sumatera Barat, langkahnya berlanjut ke tingkat nasional hingga akhirnya mencicipi atmosfer pertandingan internasional di Malaysia.

Karakter itu pula yang terus dibawanya ke lapangan.

Benzema dikenal sebagai pemain yang rajin berlatih, pekerja keras, konsisten dan memiliki mental tangguh. Ia tidak mudah menyerah ketika harus menghadapi lawan dengan postur tubuh lebih besar atau pengalaman yang lebih matang.

Dalam situasi sulit, justru keberaniannya terlihat. Ia terus mengejar bola, berani berduel dan berusaha memberikan kemampuan terbaik sampai peluit akhir berbunyi.

Mental pantang menyerah tersebut menjadi modal penting bagi seorang pemain muda yang sedang membangun fondasi kariernya.

Kini, Piala Soeratin 2026 menjadi babak baru dalam perjalanan Benzema.
Dari Nagari Sisawah yang berada jauh dari pusat hiruk-pikuk sepak bola, seorang anak muda perlahan memperlihatkan bahwa jarak dan keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Perjalanan Benzema masih panjang. Usianya masih muda. Masih banyak kemampuan yang harus diasah, pertandingan yang harus dijalani dan tantangan yang harus ditaklukkan.

Namun sederet pengalaman yang telah dilaluinya menjadi modal berharga untuk melangkah lebih jauh.

Benzema bukan hanya tentang seorang anak dari pelosok yang menyukai sepak bola. Ia adalah gambaran talenta muda Sijunjung yang sedang berjuang membuka pintu menuju panggung sepak bola yang lebih tinggi.

Dari sebuah nagari di pelosok Sumpur Kudus, mimpinya kini mulai bergerak melewati batas daerah—dari lapangan lokal, kompetisi nasional hingga panggung internasional.

Dan boleh jadi, suatu hari nanti, nama Benzema Ibnu Wusqo tidak lagi hanya dikenal sebagai anak Sisawah yang pandai bermain bola, tetapi sebagai salah satu pesepakbola yang berhasil membawa nama Sijunjung dan Sumatera Barat ke panggung yang lebih besar.

Sebab setiap perjalanan besar selalu dimulai dari satu langkah dan bagi Benzema, langkah itu telah dimulainya sejak ia pertama kali mengejar bola di usia belia.

(tri)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT