Nabire. Mjnews.id – “Otsus dan pemekaran adalah bom atom atau nuklir kolonial NKRI untuk musnahkan Rakyat Papua secara cepat, tepat dan sistematic”.
Hal itu dikatakan Ketua OPM Jeffrey Bomanak dalam pesannya kepada Gubernur Papua dan Papua Barat, Senin 27 Juni 2022.
Masa depan bangsa Papua tidak bisa ditentukan oleh elite politik Papua yang berwatak borjuis, emosional, ambisi dan egois, namun nasib Bangsa Papua hanya dapat ditentukan oleh hikmat Tuhan terhadap setiap pemimpin yang berjuang secara konsisten atas dasar Kebenaran yang mutlak dan sejati.
Memusnahkan rakyat Papua secara cepat, tepat dan sistematis, oleh sebab itu hak Rakyat Papua tidak dapat ditentukan oleh elite politik Papua berwatak Jakarta namun NKRI harus membuka ruang demokrasi bagi rakyat Papua untuk menentukan nasibnya sendiri.
Lukas Enembe, Paulus Waterpau serta bupati-bupati komperador NKRI diPapua tidak punya hak memetak-metak Rakyat Papua atas kepentingan Jakarta dan kepentingan elite politik Papua yang sarat dengan kepentingan kolonial dan kapitalis international. Sebabnya kami rakyat Papua sudah bersatu, bukan dipilah-pilah dari wilayah adat.
95 persen Rakyat Papua sudah menolak Otsus dan pemekaran, maka itu yang harus dilakukan oleh Gubernur Papua dan Papua Barat adalah membuat pernyataan politik berdasarkan aspirasi murni rakyat Papua dan mengembalikan Otsus dan pemekaran kepada Jakarta secara resmi di atas hitam dan putih lalu kembalikan hak Rakyat Papua untuk menentukan nasibnya sendiri.
(asm)






