![]() |
| Pasa pabukoan. (f/maison) |
PADANG PANJANG, MJNews.id – Bulan Ramadhan membawa berkah bagi masyarakat. Buktinya, tumbuhnya ekonomi baru dan pasar dadakan selama bulan puasa. Selama Ramadan tahun ini, muncul tujuh Pasa Pabukoan beroperasi di Kota Padang Panjang yang terletak di beberapa kelurahan.
Jika Pasar Kuliner, semua orang sudah tahu keberadaannya. Namun, pasa pabukoan baru muncul dalam bulan Ramadhan, antaranya, Pasa Pabukoan Kelurahan Balai-Balai di sepanjang jalan menuju GOR Bancah Laweh, Kelurahan Tanah Hitam di depan rumah Bidan Erna, Kelurahan Pasar Usang di komplek Pasar Globe.
Pasa pabukoan, Kelurahan Ganting di Tanjung, Kelurahan Koto Panjang di Bancah Laweh, Keluruhan Ekor Lubuk di Simpang 4 Gunuang, dan Pasar Baru di depan Kantor Lurah Pasar Baru. Belum, terhitung lagi, kedai kedai kecil di depan rumah warga yang menjajakan aneka kuliner, santapan jelang buka puasa.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperdakop UKM), Jevie C. Eka Putra kepada MJNews.id mengatakan, keberadaan Pasa Pabukoan ini sudah dibahas dalam rapat koordinasi pengaturan aktivitas perdagangan Ramadan 1443 H jelang masuk bulan Ramadhan. Artinya, keberadaan pasar pabukoan sudah dimusyawarahkan pemerintah. Jadi, tidak ada yang dadakan.
“Pemko berharap, kegiatan Pasa Pabukoan yang tersebar di berbagai kelurahan akan membantu pemulihan ekonomi pasca pandemi. Masyarakat juga diharapkan membeli pabukoan tersebut agar uang berputar di kota. Dari, pantauan kita, peminat atau masyarakat yang berbelanja jelang buka puasa cukup ramai. Tujuh buah, pasar pabukoan baru buka selama puasa. Kesemua, pasar pabukoan tersebut ramai diserbu para pembeli.
Seperti, pasar pabukoan Singpang Ngalah, kelurahan Ekor Lubuk, dari awal puasa. Pasar Pabukoan, terletak di persimpangan itu selalu ramai pembeli. Nyaris, semua lapak yang ada ramai pembelinya. Itu bukti, perputaran ekonomi masyarakat mulai membaik. Ramainya, semua pasar pabukoan yang ada di Padang Panjang terbantu dengan sudah bebasnya masyarakat beraktifitas.
Beda sekali, pada puasa puasa dia tahun lalu. Dimana, gerak dan aktivitas masyarakat diatur oleh aturan. Dimana, untuk bepergian masyarakat harus taat pada aturan protokol kesehatan.
“Meski sekarang sudah bebas, masyarakat tetap dihimbau untuk patuh pada aturan protokol kesehatan. Hal tersebut terlihat ramainya masyarakat lalu lalang di pasar. Namun, tetap mengenakan masker dan alat pelindung kesehatan,” tukuk Jevie.
(Son)






