| APKASI Pelajari Program Unggulan Kota Pariaman. |
Kota Pariaman, Mjnews.id – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang diwakili oleh Pembina Apkasi, Sokhiatulo Lauli dan Staf Ahli Apkasi Bidang Pendidikan, Himmatul Hasanah bersama mitra Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN) adakan Audiensi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Jumat (4/2/2022).
Audiensi yang berlangsung di ruang rapat walikota tersebut disambut oleh Walikota Pariaman diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pariaman, Yota Balad. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala BPKPD Kota Pariaman, Buyuang Lapau, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dikpora Kota Pariaman, Yurnal beserta OPD terkait.
“Merupakan suatu kebanggaan bagi Pemko Pariaman dikunjungi oleh Dewan Pembina Apkasi beserta rombongan. Kota Pariaman adalah salah satu dari ratusan kabupaten dan kota yang dikunjungi dalam rangka penyampaian Program Unggulan di Bidang Pendidikan untuk peningkatan Mutu Guru dan SDM di daerah,” ujar Sekdako Pariaman, Yota Balad.
Dalam kesempatan tersebut, Yota Balad juga menyampaikan program unggulan Pemko Pariaman “Satu Keluarga Satu Sarjana” (Saga Saja) yang mendapat perhatian dari pemerintah pusat dan telah meraih penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI, Jokowi.
“Program Saga Saja ini berawal dari perhatian walikota pariaman terhadap kondisi masyarakatnya yang miskin, dimana keadaan tersebut menjadi lingkaran setan kemiskinan,” terangnya.
“Program ini merupakan pemberian beasiswa kepada Keluarga Kurang Mampu untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi (Vokasi). Biaya mencakup biaya kuliah dan juga biaya hidup selama kuliah,” sambungnya.
Lebih lanjut dikatakannya, Menurut Perwako Nomor 35 tahun 2019 Tujuan Program Saga Saja ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kota Pariaman dan salah satu cara untuk memberantas kemiskinan di Kota Pariaman. Adapun sumber dananya yaitu dari APBD Kota Pariaman, Baznas Kota Pariaman dan sumber lain yang tidak mengikat (CSR).
Kemudian, Kota Pariaman juga punya program pendidikan wajib belajar 12 tahun untuk SD dan SMP, sedangkan untuk tingkat SMA Pemko Pariaman memberikan subsidi dari dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ke Pemerintah Provinsi Sumbar.
Sementara itu, Dewan Pembina Apkasi, Shokhiatulo Laoli mengatakan, Apkasi mempunyai Program Unggulan di Bidang Pendidikan yaitu Program Peningkatan Mutu Guru dan SDM di daerah.
“Program ini berbentuk pelatihan guru maupun SDM yang dikemas kreatif dan inovatif untuk mendukung kecakapan guru dan SDM daerah dalam mengajar menyenangkan maupun berkomunikasi aktif berbahasa Inggris. Program ini, kami pandang sangat berguna bagi daerah untuk peningkatan kompetensi guru maupun SDM, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan guru maupun SDM dalam membangun daerah,” jelasnya.
Dikatakannya bahwa, sejak diluncurkan pada tahun 2011, program ini telah melatih lebih dari 160.000 (seratus enam puluh ribu) guru pada 180 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Dari testimoni peserta yang mengikuti program ini, mereka sangat antusias dan sangat berharap program ini dapat dilaksanakaan bagi guru dan SDM di seluruh negeri.
“Program Peningkatan Mutu Guru dan SDM di daerah tersebut ialah Program Peningkatan Mutu Guru Bidang Matematika dengan cara menyenangkan, Smart Teaching dan Bahasa Inggris, Program Peningkatan SDM Bidang Bahasa Inggris dan Keuangan dan Team Building,” terang Laoli yang juga Konsultan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara.
“Dewan Pembina Apkasi mengajak seluruh yang hadir untuk mendengarkan penjelasan secara teknis yang akan disampaikan oleh para pembicara tentang program unggulan di bidang pendidikan, sehingga lebih mudah menciptakan sumber daya manusia yang lebih baik dan bermutu khususnya di wilayah Kota Pariaman ini,” sebutnya.
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Pendidikan dan Kesehatan, Himmatul Hasanah menyampaikan beberapa program unggulan Apkasi di bidang pendidikan antara lain Program Peningkatan Mutu Guru, Program Peningkatan Imtak dan Training Tata Kelola Pendidikan di Luar Negeri dan Program Peningkatan Literasi Pendidikan, program tersebut didedikasikan kepada guru dan Sumber Daya Pimpinan Perangkat Daerah.
“Untuk para guru dan SDM daerah, Apkasi mempunyai metode unggulan khususnya bahasa Inggris, yakni dalam 3 hari sudah bisa berbahasa Inggris. Program cepat berbahasa Inggris ini sudah dimulai sejak 2–3 tahun belakangan dan sudah disosialisasikan di beberapa daerah di Indonesia,” jelas Himmatul Hasanah.
Sinergi Apkasi-YPAN dengan Pemko Pariaman adalah langkah kecil bagi peningkatan pendidikan di Indonesia.
(win/sul)





