BeritaNasional

Tandatangani Perpres Publisher Rights, Jokowi: Kerja Sama Lebih Adil Antara Pers dan Platform Digital Global

105
×

Tandatangani Perpres Publisher Rights, Jokowi: Kerja Sama Lebih Adil Antara Pers dan Platform Digital Global

Sebarkan artikel ini
Jokowi Pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2024
Jokowi pada puncak peringatan Hari Pers Nasional di Ancol, Jakarta, Selasa 20 Februari 2024. (f/ist)

Mjnews.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden tentang Tanggung Jawab Mendukung Jurnalisme Berkualitas atau Perpres Publisher Rights (Hak Penerbit).

Menurut presiden, penandatanganan dilakukan pada Senin, 19 Februari 2024, di Jakarta.

Banner Pemkab Muba Idul Fitri 1445 H

Sebelum menandatangani Perpres itu, Presiden Jokowi mengaku betul-betul mendengarkan aspirasi dari rekan-rekan pers.

Jokowi menyadari, aspirasi insan pers tidak benar-benar bulat. Ada perdebatan panjang dan perbedaan aspirasi antara media konvensional dengan platform digital, maupun platform digital besar.

“Kita harus timbang terus implikasinya. Setelah mulai ada titik ke pemahaman, kita bisa mulai menemukan titik temu. Ini ditambah dengan desakan dari Dewan Pers serta dorongan dari perwakilan perusahaan pers maupun asosiasi media,” kata Jokowi dalam acara puncak peringatan Hari Pers Nasional di Ancol, Jakarta, Selasa 20 Februari 2024.

Semangat awal dari Perpres ini, ujarnya, adalah ingin menyudahi semua konten-konten negatif dan melahirkan jurnalisme yang berkualitas untuk kemajuan Indonesia.

“Kita juga ingin memastikan keberlanjutan industri media nasional. Kita ingin kerja sama yang lebih adil antara perusahaan pers dan platform digital global,” papar Jokowi.

Presiden menyatakan, jurnalisme berkualitas dan keberlanjutan industri media konvensional menjadi perhatian penting pemerintah dan ini yang dinanti-nanti insan pers.

Ia kembali mengungkapkan, proses penetapan perpres ini sangat panjang, banyak perbedaan pendapat, dan melelahkan bagi banyak pihak karena sulit sekali menemukan titik temu.

Konten Kreator

Dalam sambutan itu, Jokowi juga menegaskan, bahwa Perpres ini menjadi kerangka umum yang jelas bagi kerja sama perusahaan pers dan platform digital.

Perpres ini tidak dimaksudkan untuk mengurangi kebebasan pers tapi menegaskan, bahwa publisher rights adalah inisiatif insan pers dan pemerintah tidak akan mengatur konten pers.

Pemerintah mengatur hubungan bisnis antara perusahaan pers dan platform digital dengan semangat untuk meningkatkan jurnalisme yang berkualitas.

Pemerintah serius memikirkan bagaimana menghadapi transformasi digital ini. Ia sekaligus juga menepis kekhawatiran para konten kreator.

“Kabarnya para konten kreator khawatir terhadap Perpres ini. Saya sampaikan, bahwa Perpres ini tidak berlaku untuk konten kreator. Silakan dilanjutkan kerja sama yang selama ini sudah berjalan baik dengan platform digital,” paparnya.

Kami Hadir di Google News