BeritaKabupaten Sijunjung

Penyakit Sapi Bali Jembrana Mulai Mewabah di Sijunjung, Kenali Tanda-tandanya

789
×

Penyakit Sapi Bali Jembrana Mulai Mewabah di Sijunjung, Kenali Tanda-tandanya

Sebarkan artikel ini
Petugas sedang malakukan vaksinasi sapi
Petugas sedang malakukan vaksinasi sapi. (f/ist)

Mjnews.id – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung, Ir. Ronaldi, menyampaikan informasi menjangkitnya penyakit Jembrana ke tingkat kecamatan dan nagari.

“Penyakit ini hanya menyerang Sapi Bali (tidak menular pada sapi jenis lain) dan tidak pula bersifat zoonosis, penyakit ini juga tidak dapat menular dari hewan ke manusia maupun sebaliknya,” kata Ronaldi kepada Mjnews.id, Senin 20 Mei 2024.

ADVERTISEMENT

Karena di Kabupaten Sijunjung banyak peternak sapi Bali, tentu perlu imbauan agar ternak mereka tidak tertular Penyakit Jembrana tersebut. Caranya, selain pelaksanaan vaksinasi dan pemberian vitamin untuk menjaga kekebalan tubuh ternak, juga meminta agar peternak memastikan ternaknya mendapatkan pakan yang cukup, dan menjaga kebersihan kandang sapi tersebut.

“Lapor segera ke petugas apabila ada kecurigaan kasus penyakit Jembrana, agar segera dapat ditindaklanjuti,” kata Ronaldi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung, Ir. Ronaldi bersama Kepala Kepala Puskeswan
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung, Ir. Ronaldi bersama Kepala Kepala Puskeswan. (f/defni kp)

“Saya sudah meminta kepada petugas Puskeswan agar melakukan pendampingan secara intensif melakukan kegiatan vaksinasi, komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat dan peternak agar penyakit ini segera terkendali dengan baik,” kata Ronaldi lagi.

Karena di Kabupaten Sijunjung rata-rata ternak sapi masyarakat dilepas sehingga terkendala untuk melakukan vaksin, Dinas Pertanian mendatangkan koboi-koboi penangkap sapi dari Balai pembibitan ternak unggul BPTU Padang Mangateh.

“Namun petugas tersebut kewalahan, karena sapi bali di Kabupaten Sijunjung cukup banyak. Itu upaya yang sudah dilakukan,” terang Ronaldi.

Melihat kondisi tersebut, Kepala Dinas Pertanian Ronaldi juga berharap ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat cek poin di Kamang Baru agar kembali difungsikan, sehingga ternak-ternak yang masuk dari luar daerah bisa terdeteksi.

“Sehingga penyebaran penyakit Jembrana tersebut tidak merebak dan ternak sapi bali di Kabupaten Sijunjung tidak tertular dan peternak tidak rugi,” jelasnya.

Adapun gejala yang ditimbulkan oleh penyakit jembrana adalah Demam (suhu badan sapi tinggi, berkisar antara 39° C-41,5° C), Pembengkakan hebat kelenjar limfe, erosi (luka-luka) pada selaput lendir mulut, Diare yang sering bercampur darah dan sering terjadi sapi mengalami berkeringat darah.

(def)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT