Mjnews.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Limapuluh Kota, Nopriadi Syukri beserta para Kabid dan staf, lakukan monitoring evaluasi (monev) ke sejumlah titik pekerjaan fisik yang berlangsung dan yang akan di laksanakan sepanjang tahun 2024.
Awal kunjungan dilakukan Kadis beserta rombongan menyigi pekerjaan Lapisan Penetrasi (Lapen) di Jorong Koto Tuo, Nagari Koto Tuo, Kecamatan Harau dan berlanjut ke jorong-jorong dan nagari-nagari lainnya, setidaknya ada 7 titik.
Tidak lama di situ, rombongan beranjak ke lokasi bangunan kantor dinas pendidikan, pembangunan drainase dan terus meninjau pembangunan gedung mall pelayanan publik (MPP).
Nopriadi Syukri kepada wartawan, menyebutkan tujuan kita melakukan monev ini memantau secara langsung K3 (Keselamatan Kesehatan Kerja), alat pelindung diri, seperti helm, kaus tangan, plang proyek, rambu-rambu jalan supaya para pengemudi berhati-hati di seputaran proyek dan sebagainya.
“Beberapa titik proyek yang kita tinjau hari ini sudah berjalan dengan baik dan mengikuti petunjuk teknis. Kita akan terus mengawasi perkembangan sejumlah proyek fisik di berbagai kecamatan, dengan tujuan memastikan kelancaran pelaksanaan pekerjaan yang telah dimulai,” kata Nopriadi Syukri saat meninjau pembangunan MPP di Tanjung Pati, Kecamatan Harau, Senin 19 Agustus 2024.
Mantan PLT Kadis PUPR Kota Pariaman itu juga menyebutkan, ini kita lakukan demi mengawasi pekerjaan yang baru saja di mulai, kami bersama jajaran dinas PUPR turun lapangan guna menjawab tuntutan masyarakat terhadap infrastruktur yang diperlukan.
Putra Kecamatan Guguak itu juga mengingatkan rekanan kontraktor yang mendapat jasa dari institusinya agar profesional mengerjakan proyek.
“Saya tidak berharap ada rekanan nakal yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat Waktu”, ucapnya.
Ditambahkan Nopriadi Syukri, kita memang melibatkan sejumlah pejabat di lingkungan PUPR Kabupaten Limapuluh Kota untuk melakukan Monev agar para Kepala Bidang memahami tupoksi mereka, termasuk membawa wartawan.
“Semua itu dimaksudkan bukan berarti kami anti kritik,” tutupnya.












