BeritaPurwakarta

Ratusan Undangan Terkesima Penampilan Sendra Tari Kolosal Disarpusda Purwakarta

794
×

Ratusan Undangan Terkesima Penampilan Sendra Tari Kolosal Disarpusda Purwakarta

Sebarkan artikel ini
Penampilan Sendra Tari Kolosal Disarpusda Purwakarta
Penampilan Sendra Tari Kolosal Disarpusda Purwakarta. (f/ist)

Mjnews.id – Ratusan undangan terlihat terkesima melihat penampilan Sendra tari kolosal yang ditampilkan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, di Aula Yudistira Komplek Pemkab setempat, Jumat 23 Agustus 2024 malam.

Pertunjukan seni ini merupakan cara lain untuk mengenal sejarah berdirinya Purwakarta kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

Dalam giat ini dihadiri sekira 500 undangan, dan diantaranya turut hadir Kepala ANRI, Imam Gunarto, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, serta para Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan dari kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat.

Cerita sejarah yang telah terarsipkan dengan baik ini, makin mudah di pahami lewat penamilan apik yang dipersembahkan oleh para mojang dan jejaka yang menari dengan lemah gemulai.

Selain tarian juga gelaran ini disisipi dengan cerita saat penjajahan baik oleh Belanda maupun Jepang.

Sebelum berdiri sendiri, Purwakarta pada jaman penjajahan Belanda, bergabung dengan Kabupaten Karawang. Setelah melakukan pemekaran Purwakarta awalnya berkedudukan di Wanayasa, kemudian pindah ke Sindangkasih.

Sejarah Purwakarta ini, ditampilkan berbeda. Karena sebelumnya, hanya ditampilkan melalui pameran-pameran arsip dalam bentuk foto bingkai (arsip statis) maupun video, kini dikemas dalam bentuk tarian yang sangat kental dengan budaya sundanya.

Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Imam Gunarto. Imam mengaku pengenalan arsip sekaligus edukasi melalui media seni dan tari ini baru kali pertama terjadi di Indonesia.

“Ini sangat keren. Purwakarta memang istimewa. Karena, Dinas Arsip dan Perpustakaannya sangat inovatif, bisa menampilkan arsip sejarah melalui media yang berbeda,” ujar Imam, kepada media.

Apalagi, dalam pengenalan arsip ini, Disarpusda Kabupaten Purwakarta mengusung tema kamari, kiwari dan bihari yang artinya, kemarin, saat ini dan masa depan. Masa kini tak akan terjadi kalau tak ada masa lalu.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT