“Perpustakaan adalah media penerang terhadap perkembangan intelktual masyarakat. Untuk itu perpustakaan mengembangkan lima tingkatan literasi yakni pertama kemampuan baca, tulis, hitung sains dan pembentukan karakter bangsa kedua kemampuan akses bahan bacaan yang akurat terkini, ketiga memahami apa makna yang tersirat dari yang tersurat, keempat kemampuan mental yang kuat dan karakter yang tangguh, kelima memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dapat diimplemtasikan untuk menciptakan barang dan jasa yang dapat digunakan dalam kompetisi global,” kata Nukman.
Ia mengajak masyarakat Lampung Barat agar memanfaatkan sarasana yang telah tersedia untuk dimanfaatkan sebagai wadah sumber ilmu pengetahuan serta tempat para giat literasi menuju masyarakat sejahtera sejahtera yang berbasis inklusi sosial.
“Kesuksesan dan keberhasilan pembangunan gedung layanan perpustakaan tidak bisa diraih tanpa adanya dukungan penuh dari semua pihak,” terang Nukman.
Sementara, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Lampung Barat, Syafaruddin, S.Pd., M.Pd mengajak kepada dewan guru di wilayah Lampung Barat untuk bersama-sama menghidupkan keberadaan gedung dua lantai tersebut sebagai wadah untuk inklusif sosial.
“Keberadaan gedung yang megah ini tentu tidak akan hidup tanpa ada dukungan dari seluruh pihak, baik pihak sekolah, masyarakat, OPD maupun instansi vercal,” ujarnya.
Syafaruddin mengungkapkan dengan berdirinya gedung dua lantai yang luas tersebut, dirinya berharap ke depannya ada pihak yang akan melakukan kerjasama untuk memanfaatkan ruagan-ruangan yang ada.
“Kami berharap kepada pihak-pihak lain agar dapat bekerjasama untuk memanfaatkan gedung Perpustakaan kita yang megah ini, jika perlu kita buatkan proposal kerjasama maka akan kita buatkan,” tutup Syafaruddin.
(ton)
