Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota akan terus membuka ruang dan dukungan bagi para inovator lokal untuk berkembang.
“Kami akan dorong lebih banyak lagi program pembinaan, pelatihan, dan ajang kompetisi. Padang Panjang punya potensi besar, bukan hanya sebagai kota pendidikan, tapi juga kota inovasi dan kota yang istimewa,” tegasnya.
Sementara Argus Saadah menyebutkan, ini baru awal, ke depan pihaknya akan terus melakukan pembinaan dan fasilitasi ide-ide inovatif TTG, baik di tingkat pelajar maupun masyarakat.
“Termasuk penguatan kelembagaan Posyantek di kecamatan dan kelurahan. Harapannya makin banyak karya bermanfaat yang lahir dari Padang Panjang,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota atas dukungan penuh yang diberikan.
Meskipun Padang Panjang belum berkesempatan mewakili Sumbar di tingkat nasional di Cilegon, prestasi ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan teknologi berbasis kebutuhan masyarakat.
(*/arb)
