Berita

Buka Lomba Khotbah Jumat dan Azan di Masjid Istighfar Ganting Kota Padang, Begini Pesan Gubernur Mahyeldi

16
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat pembukaan Lomba Khotbah Jumat dan Azan tingkat SMA/SMK se-Kota Padang di Masjid Istighfar Parak Gadang, Ganting
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat pembukaan Lomba Khotbah Jumat dan Azan tingkat SMA/SMK se-Kota Padang di Masjid Istighfar Parak Gadang, Ganting. (f/pemprov)

Mjnews.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendorong Pengurus Masjid Istighfar bersama Musala Baitul Huda terus mengambil peran dalam membina generasi muda, khususnya dalam menyiapkan calon khatib dan muazin.

Menurutnya, kegiatan lomba khotbah Jumat dan azan menjadi salah satu langkah nyata untuk menjawab kebutuhan khatib dan penceramah muda di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat membuka Lomba Khotbah Jumat dan Azan tingkat SMA/SMK se-Kota Padang yang diselenggarakan oleh Masjid Istighfar dan Musala Baitul Huda. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Istighfar, Parak Gadang, Ganting, Kota Padang, Sabtu (22/8/2026).

Sebanyak 55 tim pelajar SMA/SMK se-Kota Padang ambil bagian dalam perlombaan yang berlangsung dalam suasana ukhuwah Islamiah tersebut. Mahyeldi mengapresiasi inisiatif pengurus kedua lembaga keagamaan itu karena telah menyediakan ruang bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berdakwah sekaligus memperkuat kecintaan terhadap syiar Islam.

“Kegiatan ini bisa menjawab kekurangan penceramah, kekurangan khatib. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus kita dukung,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, khotbah Jumat memiliki peran penting sebagai sarana edukasi dan pembinaan moral masyarakat. Karena itu, Sumatera Barat membutuhkan lebih banyak khatib muda yang memiliki wawasan luas serta mampu menyampaikan pesan agama secara sejuk dan mudah diterima berbagai kalangan.

“Kita membutuhkan sosok-sosok khatib muda yang berwawasan luas, menyampaikan dakwah secara sejuk, serta mampu membawa pesan kedamaian dan kemajuan bagi Ranah Minang,” katanya.

Mahyeldi menegaskan, pembinaan generasi muda tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Pengurus masjid dan musala, Kementerian Agama, tokoh agama, sekolah, orang tua serta pemerintah daerah perlu bersinergi agar generasi muda memiliki bekal agama dan kemampuan menghadapi perkembangan zaman.

Kepada para peserta, Mahyeldi berpesan agar lomba diikuti dengan niat yang baik. Ia meminta pelajar tidak menjadikan piala dan gelar juara sebagai tujuan utama, tetapi memanfaatkan perlombaan sebagai kesempatan belajar, meningkatkan kepercayaan diri dan mengasah kemampuan menyampaikan pesan kebaikan.

“Bulatkan niat karena Allah SWT. Tampilkan kemampuan terbaik, bukan semata-mata demi mengejar juara, melainkan sebagai wujud bakti dan syiar agama,” pesannya.

Exit mobile version