Berita

BEN Carnival Hadir Malam Hari, 40 Pertunjukan Budaya Nusantara Meriahkan Blitar

9

Mjnews.id – Pemerintah Kota Blitar kembali menggelar Blitar Ethnic National Carnival (BEN Carnival) dengan konsep berbeda. Memasuki penyelenggaraan kelima, BEN Carnival tahun ini untuk pertama kalinya digelar pada malam hari, bertepatan dengan momentum perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin mengatakan, perubahan waktu pelaksanaan menjadi salah satu inovasi dalam penyelenggaraan BEN Carnival tahun ini. Meski digelar malam hari, rute karnaval masih menggunakan jalur seperti penyelenggaraan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

“Karena ini edisi kelima atau lima tahun, maka mulai tahun ini kita coba tampilkan di malam hari. Rutenya memang masih seperti kemarin. Tahun-tahun mendatang mungkin rutenya akan diperpanjang,” ujar Mas Ibin.

BEN Carnival tahun ini menghadirkan sekitar 40 penampilan yang mewakili 34 provinsi di Indonesia. Beragam seni, adat, budaya, tari, dan talenta Nusantara ditampilkan untuk menggambarkan kekayaan budaya Indonesia.

Menurut Mas Ibin, penyelenggaraan BEN Carnival sengaja dikaitkan dengan momentum kemerdekaan untuk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dengan kekayaan budaya yang sangat beragam, namun tetap bersatu sebagai satu kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sebagai bangsa yang majemuk, bangsa yang bertanah air satu, berbagai ragam budaya dan adat kita tampilkan. Ini sekaligus agar masyarakat mengetahui bahwa bangsa kita sangat besar, sangat beragam dan sangat majemuk sehingga bisa bersatu menjadi satu kesatuan NKRI,” jelasnya.

Selain menjadi hiburan, BEN Carnival juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal berbagai adat dan budaya Nusantara.

Mas Ibin menyebut, konsep dasar BEN Carnival dari tahun ke tahun tetap mempertahankan keberagaman budaya. Namun, pemerintah terus melakukan inovasi pada sisi tata acara, tampilan, hingga pengaturan ruang bagi penonton.

Salah satu perubahan yang terlihat tahun ini adalah penggunaan pagar pembatas yang lebih rendah dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih leluasa melihat dan menikmati pertunjukan.

“Layout-nya, inovasinya, kemudian hal-hal yang terkait dengan tampilannya selalu kita perbaiki. Masyarakat juga melihat ada perbaikan. Kalau kemarin mungkin dipagar besi penuh, sekarang pagarnya lebih pendek sehingga masyarakat bisa leluasa melihat dan menikmati,” kata Mas Ibin.

Ia berharap pada penyelenggaraan mendatang rute BEN Carnival dapat diperpanjang sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati pagelaran budaya tersebut.

Meski pemerintah tengah menjalankan efisiensi, Mas Ibin menegaskan bahwa kegiatan yang melibatkan masyarakat tetap menjadi perhatian. Menurutnya, efisiensi lebih diarahkan pada internal pemerintahan, sedangkan kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat tetap diupayakan berjalan maksimal.

“Efisiensi itu dalam artian kami berusaha menghemat di internal pemerintahan. Tapi dalam hal acara dan melibatkan masyarakat, kami akan memperbanyak,” tegasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dari penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, berbagai kegiatan yang menghadirkan masyarakat diharapkan dapat menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah dan warga.

Dalam penyelenggaraan BEN Carnival, sejumlah talenta dari luar Kota Blitar juga dilibatkan. Hal itu dilakukan karena banyaknya jenis seni dan budaya yang ditampilkan sehingga membutuhkan penari serta talenta dari berbagai daerah.

Mas Ibin berharap penyelenggaraan BEN Carnival dapat semakin memperkuat identitas Kota Blitar sebagai kota budaya sekaligus daerah yang menarik untuk dikunjungi.

“Dengan seperti ini harapannya Kota Blitar akan identitasnya lebih kuat sebagai kota budaya, sekaligus sebagai kota yang patut dikunjungi karena banyak hiburannya yang terkait dengan kebudayaan dan keberagaman,” pungkasnya. (*)

Exit mobile version