Sikap positif juga datang dari Taswin (63), yang akrab disapa Pak Ujang, tukang ojek pangkalan di Simpang Jembes. Ia mendukung kebijakan wali kota yang mengharuskan ASN menggunakan transportasi umum setiap Rabu.
“Program ini bagus untuk peningkatan ekonomi. Sekarang ada ASN yang naik. Kita jadi ikut kebagian rezeki juga,” sebutnya.
Hal senada disampaikan Riko (39), sopir taksi online. Ia menilai kebijakan ini membantu transportasi lokal. “Rezeki itu luas, kita bisa saling bagi,” katanya ramah.
Adapun program “Rabu ASN Naik Angkutan Umum” merupakan bagian dari strategi mengefisiensikan penggunaan kendaraan pribadi sekaligus menggerakkan ekonomi lokal, khususnya di sektor transportasi.
Pada Surat Edaran yang ditandatangani Wali Kota Hendri Arnis, seluruh ASN dan non-ASN di lingkungan Pemko diimbau menggunakan angkutan umum setiap hari Rabu sebagai moda transportasi. Yakni, saat berangkat ke tempat kerja, melaksanakan tugas dinas, dan pulang dari tempat kerja.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas dan juga menjadi dukungan pemerintah kepada para pelaku transportasi lokal.
(*/arb)






