Yusharto menerangkan, seluruh kriteria dan prinsip tersebut telah tercakup dalam pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID) yang mengacu pada delapan dimensi dan 36 indikator.
Menurutnya, salah satu tantangan dari Inovboyo adalah hilirisasi inovasi. Tantangan ini dapat diatasi dengan membentuk inkubasi agar inovasi yang dihasilkan dapat dirasakan manfaatnya secara konkret oleh masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya fasilitasi yang komprehensif kepada para inovator.
“Tentu ini harus melalui proses untuk bisa dilakukan upaya-upaya di antaranya inkubasi melalui pelatihan, pemberian ruang untuk memulai usaha, dan sebagainya,” jelasnya.
Ia berharap, melalui gelaran ini, inovasi dari para inovator di Kota Surabaya dapat termanfaatkan dengan baik.
“Sehingga hasil-hasil pemikiran yang disampaikan oleh para inovator kita benar-benar terhilirisasi, sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas,” tandasnya.
(*/eki)












