Berita

BEN Carnival 2025: Blitar Jadi Panggung Megah Budaya Nusantara di HUT RI ke-80

380
×

BEN Carnival 2025: Blitar Jadi Panggung Megah Budaya Nusantara di HUT RI ke-80

Sebarkan artikel ini
DSC1927 1 scaled

Mjnews.id – Jalanan utama Kota Blitar berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu (23/8/2025). Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan perhelatan 4th Blitar Ethnic National (BEN) Carnival 2025, sebuah ajang seni budaya yang digadang-gadang sebagai persembahan istimewa dari Blitar untuk Indonesia.

Dengan mengusung tema “The Magnificent of Indonesia – Untuk Kota Blitar Baru, Kota Blitar Maju Menuju Kota Masa Depan”, karnaval ini menjadi momentum perayaan sekaligus refleksi atas perjalanan bangsa di usia 80 tahun kemerdekaan.

ADVERTISEMENT

Kemeriahan yang Menyatukan Warga

Sejak pagi hari, warga sudah memadati ruas-ruas jalan yang menjadi jalur karnaval. Anak-anak duduk di bahu jalan, para remaja asyik mengabadikan momen dengan ponsel mereka, sementara pedagang kaki lima ramai menjajakan makanan. Malam itu, Blitar benar-benar menjadi panggung rakyat.

Sebanyak 43 peserta dari perangkat daerah, BUMD, hingga instansi vertikal ikut ambil bagian. Setiap rombongan menampilkan kemegahan seni budaya Nusantara. Ada yang mengenakan kostum etnik dengan hiasan raksasa menjulang setinggi dua meter, ada pula yang menghadirkan tarian daerah lengkap dengan musik tradisional pengiringnya.

Atraksi pembuka menghadirkan kolaborasi musik spektakuler melalui Blitar Music Collaboration (BMC) bersama penyanyi muda berbakat, Irenne Ghea. Suasana semakin semarak ketika dentuman gamelan, tabuhan drum, dan harmoni alat musik modern berpadu menciptakan irama yang memikat.

Setelah itu, penampilan kesenian khas Blitar mulai dari Jaranan Eklek, Barongan Sodo, hingga Tari Panalingga memukau penonton. Ribuan warga bersorak, sementara kamera para jurnalis dan pengunjung sibuk mengabadikan setiap gerakan.


Rampak Kendang: Simbol Harmoni Kebhinekaan

Puncak pembukaan ditandai dengan prosesi rampak kendang, dimainkan bersama-sama oleh para pejabat dan seniman. Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Syaifullah Agam, memukul kendang pertama sebagai tanda dimulainya karnaval.

Dalam sambutannya, Syaifullah menyampaikan rasa bangga dan haru. Menurutnya, BEN Carnival bukan sekadar hiburan tahunan, melainkan manifestasi nyata kebudayaan Indonesia yang menyatukan masyarakat dari Sabang hingga Merauke.

“Budaya adalah jiwa kita, pondasi yang menyatukan bangsa ini. Melalui BEN Carnival, kita menegaskan kepada dunia bahwa Indonesia bangsa yang berdaulat dan maju karena persatuan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, Kementerian Kebudayaan berkomitmen memperkuat ruang ekspresi seni di berbagai daerah, termasuk Blitar, yang memiliki peran penting sebagai kota bersejarah sekaligus kota kebudayaan.


Wali Kota: Lebih dari Parade, Ini Gerakan Ekonomi Kreatif

Sementara itu, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) menekankan bahwa BEN Carnival memiliki nilai strategis yang lebih luas.

“BEN Carnival bukan hanya parade budaya. Ini adalah ruang edukasi, ruang ekonomi kreatif, dan ruang persatuan. Di Bumi Bung Karno ini, kita wujudkan Trisakti Bung Karno: berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” ujarnya dengan penuh semangat.

Mas Ibin menambahkan, karnaval budaya ini sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan UMKM. Ribuan pengunjung yang hadir mendorong perputaran ekonomi, mulai dari pedagang kecil, perajin kostum, seniman, hingga pelaku wisata lokal.


Kebanggaan dan Identitas Kota Blitar

BEN Carnival 2025 juga memperlihatkan identitas Blitar sebagai kota terbuka dan kreatif. Tidak hanya seniman lokal yang tampil, acara ini juga dihadiri tokoh-tokoh nasional dan perwakilan dari berbagai daerah.

Bagi masyarakat, ajang ini bukan sekadar tontonan, melainkan juga kebanggaan. Banyak warga yang datang dari luar kota, bahkan dari luar provinsi, hanya untuk menyaksikan karnaval budaya yang setiap tahunnya selalu menampilkan kejutan baru.

“Kalau tahun lalu bagus, tahun ini jauh lebih megah. Kostumnya keren, musiknya juga bikin merinding,” ujar Sari (29), warga Kediri yang sengaja datang bersama keluarga.


Lebih dari Sekadar Perayaan

Sebagai kota yang dikenal dengan sebutan Bumi Bung Karno, Blitar menegaskan posisinya sebagai kota budaya yang mampu merangkul keberagaman. BEN Carnival bukan hanya perayaan, tetapi juga cermin semangat gotong royong, persatuan, dan kreativitas masyarakat.

Dengan lampu sorot berkilauan, kostum warna-warni yang menjulang tinggi, dan alunan musik tradisional yang berpadu dengan modern, BEN Carnival 2025 menorehkan kesan mendalam. Bagi Blitar, inilah momentum untuk menegaskan diri: kota budaya, kota kreatif, dan kota masa depan. (“)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT