Mjnews.id – Kota Sawahlunto menjadi tuan rumah pelaksanaan The 2nd Edition We Are Site Managers International Symposium 2025. Pembukaan Symposium Internasional tersebut dibuka langsung Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon di Saka Heritage Hotel Sawahlunto, Minggu 24 Agustus 2025.
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadly Zon menyampaikan rasa bangga dan syukur atas terselenggaranya Simposium Internasional “We Are Site Managers” di kota bersejarah Sawahlunto.
Kota ini bukan hanya situs warisan dunia UNESCO, tetapi juga simbol bagaimana warisan masa lalu dapat menjadi laboratorium peradaban masa depan.
Kehadiran para ahli, praktisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai belahan dunia menunjukkan bahwa misi kita adalah menjaga, merawat, dan menghidupkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam situs warisan dunia.
Melalui Tema “One Shared Mission” yang diusung tahun ini mencerminkan semangat kolaborasi lintas budaya dan generasi.
Indonesia, dengan kekayaan budaya yang luar biasa, memiliki tanggung jawab besar dalam diplomasi budaya global. Melalui forum ini, kita memperkuat solidaritas antar pengelola situs, yang bekerja senyap namun berdampak besar bagi kemanusiaan.
“Kita saling belajar, saling menguatkan, dan saling menginspirasi, untuk itu saya mengajak kita semua untuk menjadikan simposium ini bukan sekadar ruang diskusi, tetapi juga ruang refleksi dan aksi nyata. Mari kita bangun masa depan yang berkelanjutan, inklusif, dan berakar pada nilai-nilai luhur warisan dunia,” papar Fadli Zon.
“Selamat berdiskusi, bertukar gagasan, dan membangun jejaring. Semoga Sawahlunto menjadi titik terang baru dalam peta pelestarian warisan dunia,” pungkasnya.
Sementara Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Jefrinal Arifin menyebutkan, Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto menjadi salah satu episode penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia khususnya di Sumatera Barat, pasca eksploitasi batu bara.










