Mjnews.id – Publik Blitar digegerkan oleh insiden kecelakaan tunggal mobil sport mewah BMW Coupe warna kuning dengan nopol B 1407 yang menghantam pembatas jalan di perempatan Kusuma Bangsa, Kanigoro, Jumat malam (29/8/2025). Mobil bernilai miliaran rupiah itu disebut-sebut milik Wakil Bupati (Wabup) Blitar, Beky Herdihansah—meski status kepemilikannya kini masih samar.
Dugaan keterlibatan Wabup Beky semakin kuat setelah beredar rekaman video warga. Dalam video tersebut terdengar jelas suara yang menyebut nama Beky, sembari merekam sosok pria berdiri di samping mobil yang ringsek di tengah jalan.
Seorang saksi mata, karyawan apotek dekat lokasi, menuturkan mobil melaju kencang dari arah utara sebelum oleng dan menabrak pembatas.
“Mobil itu sempat belok kanan, tapi nggak terkendali. Kejadiannya sekitar jam sembilan malam,” ujarnya.
Yang makin janggal, saat tim liputan tiba di lokasi, mobil sudah tanpa pelat nomor dan dibiarkan teronggok di tengah jalan. Pencopotan pelat itu justru memicu spekulasi baru: ada upaya untuk mengaburkan identitas pemilik atau pengendara.
Sementara itu, Polres Blitar memilih bungkam. Konfirmasi kepada Kasatlantas Polres Blitar, AKP Rio Angga Prasetyo, S.I.K., M.M., hanya dijawab stafnya dengan alasan sang kasat tengah sibuk rapat daring.
“Pak Kasatlantas belum bisa memberi keterangan karena sedang giat zoom meeting,” ujarnya singkat.
Kebisuan aparat dan absennya klarifikasi resmi dari pihak Wabup justru mempertebal kecurigaan publik. Pertanyaan mendasar kini menggantung: benarkah Beky Herdihansah ada di balik kemudi, atau ada pihak lain yang berusaha ditutupi?
Kasus ini bukan sekadar kecelakaan tunggal, melainkan potret bagaimana transparansi pejabat publik dan aparat diuji di hadapan masyarakat. Publik Blitar kini menunggu—apakah polisi berani membuka fakta sebenarnya, atau kasus ini akan berakhir di balik tirai gelap kekuasaan. (*)
