BeritaKesehatanMalang

Cegah Penyakit Cacingan, Dinkes Kabupaten Malang Optimalkan POPM

750
Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Ivan Drie
Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Ivan Drie. (f/ist)

Mjnews.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Jawa Timur, terus memperkuat langkah pencegahan penyakit cacingan pada anak melalui program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM).

Program yang digelar dua kali setahun ini mencatat capaian 99,96 persen pada tahap pertama di Mei 2025.

ADVERTISEMENT

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Ivan Drie, menjelaskan bahwa sasaran POPM meliputi tiga kelompok rentan, yaitu balita usia 12–59 bulan, anak prasekolah usia 5–6 tahun, serta anak sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah usia 7–12 tahun.

“Untuk periode pertama capaian hampir 100 persen. Ini hasil yang sangat baik dan diharapkan bisa terulang pada tahap kedua di November nanti,” ujarnya, Jumat (12/9/2025).

Fenomena penyakit cacingan kembali menjadi perhatian publik setelah kasus seorang balita di Jawa Barat meninggal dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing. Menurut Ivan, kasus tersebut menjadi pengingat pentingnya pencegahan sejak dini. “Cacingan harus dicegah melalui pemberian obat massal, promosi kesehatan, hingga penanganan di fasilitas kesehatan,” tegasnya.

Selain distribusi obat, Dinkes juga menggencarkan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. Upaya ini dilakukan dengan kampanye cuci tangan, penggunaan alas kaki, menjaga kebersihan kuku, hingga konseling kesehatan.

Bagi ibu hamil, pencegahan dilakukan melalui pemberian tablet zat besi, pemeriksaan tinja bila anemia berlanjut, serta pengobatan sejak trimester kedua di bawah pengawasan dokter.

Pemantauan langsung di lapangan juga diperkuat. Petugas medis akan melakukan konseling kepada pasien dan keluarga bila ditemukan kasus aktif. Dinkes pun meningkatkan sistem surveilans dengan memperluas kapasitas petugas, memperketat penemuan kasus aktif, survei faktor risiko, dan pemetaan prevalensi. Survei terakhir pada 2019 mencatat prevalensi penyakit cacingan di Kabupaten Malang sebesar 1,02 persen.

Ivan menegaskan, target utama program ini bukan sekadar menekan angka kasus, tetapi juga menjaga kualitas tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu hamil di Kabupaten Malang.

(rmn)

Exit mobile version