BeritaSolok Selatan

Tajak Sumur Pertama, PT SEML Mulai Kembangkan Proyek PLTP Muara Laboh Unit 2

282
×

Tajak Sumur Pertama, PT SEML Mulai Kembangkan Proyek PLTP Muara Laboh Unit 2

Sebarkan artikel ini
Tajak Sumur Pertama Proyek PLTP Muara Laboh Unit 2
Tajak Sumur Pertama Proyek PLTP Muara Laboh Unit 2. (f/pemkab)

Mjnews.id – PT. Supreme Energi Muara Laboh (SEML), kembali melakukan Tajak Sumur Pertama pengembangan PLTP Muara Laboh unit 2, Kamis (16/10/2025). Proyek panas bumi tahap kedua dengan kapasitas 80 megawatt (MW).

Pengeboran secara simbolik yang ditandai dengan penekanan tombol sirene bersama Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Bupati Solok Selatan, Khairunas, Wakil Bupati Solok Selatan H Yulian Efi, Ketua DPRD Kabupaten Solok Selatan Martius, Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE, Gigih Udi Atmo, Anggota Komisi V DPR, Zigo Rolanda, Komisaris Supreme Energy, Keo Santosa, President & CEO Supreme Energy, Nisriyanto, Chief Officer Operation SEML, Kawasaki, General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Sumbagteng, Hendro Prasetyawan.

ADVERTISEMENT

Pemboran sumur panas bumi pertama PT. SEML dilakukan setelah Inspektur panas bumi dari Ditjen EBTKE Kementerian ESDM memberikan persetujuannya karena dianggap telah memenuhi kaidah teknik dan keselamatan kerja.

Nisriyanto mengatakan dalam pengembangan tahap 2 ini, SEML berencana melakukan pengeboran 6-8 sumur produksi dan injeksi selama periode 16 bulan.

Pengeboran ini akan dilakukan hingga kedalaman 3.200 m MD untuk sumur produksi dan 2.500 m MD untuk sumur injeksi.

“Pembangunan PLTP Muara Laboh Unit 2 ditargetkan selesai di akhir 2027 mendatang. Proyek pengembangan ini dilakukan berdasarkan Amandemen Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) / Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero) untuk pengembangan Unit 2 dan Unit 3 yang ditandatangani pada 23 Desember 2024,” terang Nisriyanto saat di lokasi pengeboran.

Dikatakan lebih jauh, listrik yang dihasilkan nanti akan disalurkan ke PLN melalui jaringan Sumatera guna meningkatkan bauran Energi dari energi terbarukan dan akan memperkuat pasokan listrik di wilayah tersebut, serta bisa memenuhi kebutuhan sekitar 435.000 rumah tangga.

Manfaat besar dengan penambahan kapasitas dari proyek PLTP Muara Laboh Unit 2 ini dapat mengurangi emisi sekitar 460.000 ton CO2 per tahun, serta investasi dengan total mencapai US$ 490 juta.

Proyek PLTP kedua di Kabupaten yang berjuluk Bumi Sarantau Sasurambi ini, dapat berpotensi memberikan kontribusi signifikan melalui pembayaran royalti dan bonus produksi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Solok Selatan.

Pembangunan unit 2 dapat menciptakan peluang kerja bagi sekitar 1.500 orang bagi pekerja lokal maupun luar, serta membuka kesempatan berusaha kepada para pengusaha lokal di Kabupaten Solok Selatan.

Sekilas untuk pengerjaan di percayakan ke PT. Plumpang Raya Anugerah, yang ditunjuk oleh PT. SEML sebagai pemboran, untuk kontraktor EPC (Engineering Procurement and Construction).

Sementara itu konsorsium antara Sumitomo Corporation, PT Inti Karya Persada Teknik dan PT Wasa Mitra Engineering, dengan peralatan utama turbin dan generator yang akan disuplai oleh Fuji Electric.

(sus)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT