BeritaKota PadangParlemenSumatera Barat

Jadi Titik Evakuasi, DPRD Sumbar Dukung Simulasi Penanggulangan Gempa dan Tsunami di Kota Padang

77
Sekretaris DPRD Sumbar, Maifrizon
Sekretaris DPRD Sumbar, Maifrizon (kiri). (f/humas)

Sementara itu, Pemko Padang melibatkan sekitar 200 ribu warga dari 55 kelurahan di delapan kecamatan dalam simulasi besar ini. Tujuannya untuk menguji kesiapan masyarakat, petugas, serta infrastruktur pendukung ketika gempa dan tsunami terjadi.

Delapan kecamatan yang terlibat yakni Bungus Teluk Kabung (6 kelurahan), Koto Tangah (11 kelurahan), Nanggalo (6 kelurahan), Padang Barat (10 kelurahan), Padang Selatan (11 kelurahan), Padang Timur (3 kelurahan), dan Padang Utara (7 kelurahan).

ADVERTISEMENT

Kegiatan ini juga melibatkan unsur lintas sektor, mulai dari TNI-Polri, Basarnas, BPBD, Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, hingga ASN Pemerintah Kota Padang. Peserta berasal dari berbagai kalangan, seperti pelajar, mahasiswa, karyawan hotel, rumah sakit, hingga pelaku usaha di wilayah pesisir.

Tepat pukul 10.00 WIB, sirene tanda peringatan gempa dan tsunami dibunyikan. Petugas segera memberikan arahan agar masyarakat melakukan evakuasi mandiri ke titik-titik aman dalam waktu 20–30 menit.

Simulasi ini menjadi bagian penting dari upaya membangun budaya tanggap bencana di Kota Padang, yang menurut kajian risiko bencana tahun 2023, termasuk dalam wilayah dengan potensi tinggi terdampak gempa dan tsunami.

Dengan dukungan penuh DPRD Sumatera Barat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga legislatif, dan masyarakat dalam membangun daerah yang tangguh terhadap bencana.

(hpr)

Exit mobile version