BeritaKabupaten Sijunjung

Pemkab Sijunjung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Karhutla dan Bencana Hidrometerologi

18
Pemkab Sijunjung adakan apel siaga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla dan bencana Hidrometerologi
Pemkab Sijunjung adakan apel siaga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla dan bencana Hidrometerologi. (f/ist)

Mjnews.id – Pemerintah Kabupaten Sijunjung memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana hidrometeorologi.

Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Apel Siaga Gelar Pasukan dan Peralatan di Simpang Tugu Muaro Sijunjung, Selasa (15/9/2026).

ADVERTISEMENT

Apel dipimpin Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir dan dihadiri Wakil Ketua DPRD Sijunjung Syahril Syamra, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Jaheri, para kepala OPD, camat, kepala BUMN dan BUMD serta sejumlah undangan lainnya.

Pasukan yang mengikuti apel berasal dari unsur TNI, Polri, BPBD, Satpol PP dan Damkar, Dinas Perhubungan, Baznas, PMI, Tagana, PUPR hingga Puskesmas.

Dalam arahannya, Bupati Benny mengatakan apel tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana di Kabupaten Sijunjung.

Ia menyampaikan, berdasarkan keputusan Gubernur Sumatera Barat, wilayah Sumatera Barat berada dalam status Siaga Darurat Bencana Kabut Asap mulai 8 September hingga 2 November 2026.

Menurutnya, Sijunjung menjadi salah satu daerah yang terdampak kabut asap akibat karhutla. Berdasarkan data penanganan karhutla, tercatat sekitar 26 titik api yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Sijunjung.

“Berkat dukungan, kerja sama dan koordinasi yang baik lintas sektor, bencana tersebut dapat ditangani dengan cepat sehingga tidak menimbulkan dampak yang signifikan kepada masyarakat,” ujar Benny.

Selain karhutla, Benny juga mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu kondisi cuaca ekstrem.

Ia mengacu pada informasi BMKG mengenai potensi cuaca ekstrem di Sumatera Barat, yang antara lain dipengaruhi aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial, daerah konvergensi, belokan angin, shearline, serta kondisi suhu muka laut yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.

Dalam kondisi tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan mengenali wilayah rawan bencana, memperbarui informasi cuaca sebelum beraktivitas, serta segera mencari lokasi aman apabila terjadi hujan berintensitas tinggi dan berlangsung lama, peningkatan debit atau tinggi muka air, maupun potensi longsor.

Exit mobile version