Suwarjana menegaskan bahwa seluruh peserta Museum Festive Vaganza 2025 akan mendapat pembinaan lanjutan.
“Kami cari yang terbaik, tapi semua tetap dikembangkan. Tujuannya agar mereka tumbuh menjadi penggerak budaya,” ujarnya.
Disdikbud Kota Malang berharap kegiatan ini menjadi gerakan kultural berkelanjutan yang mendorong masyarakat untuk mengenal dan mencintai sejarah melalui kunjungan langsung ke museum.
“Harapan kami sederhana: masyarakat tahu kita punya museum, lalu mau datang. Cara paling nyata menghargai sejarah adalah dengan mengunjunginya,” pungkas Suwarjana.
Dengan semangat ini, Museum Mpu Purwa diharapkan semakin hidup sebagai pusat pembelajaran budaya, kreativitas, dan kebanggaan sejarah Kota Malang.
(Rmn)











