Mjnews.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan belasungkawa di rumah duka keluarga Atim Suhara (42), petugas keamanan lingkungan RW 09, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Atim gugur setelah ditembak saat berusaha menggagalkan pencurian sepeda motor di wilayah tugasnya pada Sabtu (8/11) sekitar pukul 03.30 WIB.
Selain memberikan santunan kepada keluarga korban, Gus Ipul juga turut memanjatkan doa agar almarhum Atim Suhara mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Saya datang untuk berbela sungkawa dan berdoa bersama keluarga. Mudah-mudahan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kami yakin beliau sedang menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, hingga rela mengorbankan nyawanya demi keamanan lingkungan,” ujar Gus Ipul.
Menurut kesaksian dua rekan ronda almarhum, Bima dan Rukin, saat malam kejadian mereka bertiga sedang berpatroli seperti biasa. Mereka sudah dua tahun menjalankan ronda malam tanpa jadwal bergilir.
“Kami lihat dari CCTV di pos RW ada dua orang mencurigakan. Kami bertiga langsung ke lokasi. Waktu sampai, almarhum menabrak motor pelaku. Sempat terjadi perkelahian, dan pelaku mengeluarkan pistol,” tutur Bima.
Atim Suhara sempat meminta pertolongan sebelum akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Beliau sempat bilang tiga kali, ‘Pak, tolong saya.’ Waktu saya mau bantu dudukkan, baru keluar darahnya. Kami sudah coba cari bantuan, tapi tengah malam jadi susah,” lanjut Bima.
Sementara Rukin menambahkan, sempat mendengar dua kali suara tembakan. “Kami kira dua-duanya kena. Saya langsung cari bantuan ke warga dan RT setempat. Tapi waktu kami kembali, beliau sudah tidak ada,” ujarnya.
Atim Suhara Tulang Punggung Keluarga
Di mata keluarga, Atim Suhara dikenal sebagai pribadi sederhana dan bertanggung jawab. Ia merupakan anak sulung dari tiga bersaudara dan tinggal bersama adik bungsunya, Siti Komariah, serta keponakannya yang masih duduk di sekolah dasar.
“Kakak saya orangnya tidak pernah menolak kalau diajak ronda. Dia selalu bilang, ‘kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi’. Dia pekerja keras dan selalu bantu keluarga,” tutur Siti dengan mata berkaca-kaca.












