Mjnews.id – Kayu gelondongan, baik yang tumbang dihantam banjir dan sisa penebangan mempertontonkan diri kepada khalayak di sepanjang pantai di Kota Padang. Bahkan ada warga yang mengaku baru melihat tumpukan kayu sebanyak itu di pantai, pada Kamis dan Jumat kemarin.
Banjir, tanah longsor, galodo, pohon tumbang, jalan putus, jembatan ambruk, perumahan tergenang, rumah hanyut akibat banjir di Sumbar sudah terjadi sejak Kamis pekan lalu. Puncaknya Rabu dan Kamis kemarin.
Pemerintah daerah lalai mengantisipasi peringatan BMKG, padahal sudah dirilis tiap hari. Sekolah justru baru diliburkan sejak 27 November. Peringatan BMKG tak dibaca sama-sekali oleh pejabat berwenang.
Komentar Netizen tentang Kayu Gelondongan Terbawa Banjir
Banjir itu belum usai sampai Jumat. Netizen membuat video tentang kayu-kayu yang bergelimpangan di pantai. Akun sumbarzonanews, memposting tumpukan kayu gelondongan nyaris sesayup mata memandang, “Kondisi pantai Patengangan, Kota Padang yang dipenuhi material kayu pohon yang terbawa oleh arus sungai hingga ke tepi laut. Limbah kayu yang berserakan di bibir pantai menjadi buki bahwa alam sedang menelanjangi kita semua. Sebab, perbuatan buruk yang terjadi di hutan di atas bukit sana.”
“Lah dikirim barang bukti dek alam langsuang,” komentar @rokodwipernando.
Sedang @cosmic_photography750, menuliskan komentarnya, “Pemimpin dipilih dan diamanahkan oleh rakyat utk mengelola sebuah daerah maupun negara dengan baik dn benar, begitu juga dewan yang dipilih olh rakyat sbg fungsi pengawasan kpd pemimpin, tapi apa yg mereka perbuat, mengecewakan dn menyengsarakan rakyat, adakah UU yang mengatur utk rakyat menuntut???”
Sementara akun lambe_turah yang punya pengikut 12,3 juta itu misalnya memposting: “Penampakan kayu gelondongan yang ikut hanyut ketika banjir bandang di Sumatera curi perhatian netizen.”
Memang di pantai, tumpukan gelondongan meluber. Jika itu kayu tumbang karena banjir, kenapa bisa sebanyak itu?
Pembalakan liar, terutama skala kecil tapi banyak terus terjadi di Sumatera Barat (Sumbar). Pelaku pindah dari satu kawasan ke kawasan lain dan membeli kayu-kayu rimba pada penduduk. Hal ini telah berlangsung cukup lama dan luput dari pantauan aparat.
Yang terjadi, kata seorang warga, banjir besar itu, memang sangat dahsyat, sehingga kayu-kayu yang sudah ditebangi, yang jauh dari tepi anak sungai, tetap dilarikan air ke bawah. Disapu bersih. Buktinya bisa dilihat sendiri.
Perkuat Koordinasi
“Setiap laporan masuk dan itu memang menjadi kewenangan kami, segera ditindaklanjuti. Kami perkuat koordinasi dengan berbagai pihak,” kata Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Ferdinal Asmin, di Padang, Jumat (28/11/2025).
Sebagaimana disiarkan, Dirreskrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Andri Kurniawan menyatakan, polisi sekarang fokus dulu untuk keselamatan warga korban banjir. “Kita fokus dulu,” katanya.
Meski demikian, Andri Kurniawan menyebut tidak menutup mata atas dugaan pembalakan liar tersebut.
(*/deri)
