Berita

Sarat Filosofi, Revolusoe Coffee Event di Ekraf Colaboart 2025 Usung Semangat Soekarno, Soeprijadi, hingga Soekarni

93
×

Sarat Filosofi, Revolusoe Coffee Event di Ekraf Colaboart 2025 Usung Semangat Soekarno, Soeprijadi, hingga Soekarni

Sebarkan artikel ini
IMG 20251205 WA0139

Mjnews.id – Festival Ekonomi Kreatif (Ekraf) Colaboart Festival 2025 resmi dibuka oleh Bupati Blitar, Rijanto, di Pendopo Ronggo Hadi Negoro (RHN), Jumat malam (5/12/2025). Acara yang disaksikan Sekda Kabupaten Blitar dan para kepala OPD ini menjadi momentum bangkitnya semangat baru para pelaku ekraf untuk memamerkan karya dan inovasi mereka.

Salah satu program yang mencuri perhatian adalah Revolusoe Coffee Event, yang menjadi bagian dari rangkaian Blitar Ekraf Colaboart Festival 2025. Agenda ini digagas oleh Asosiasi Kopi Indonesia (Aski) Blitar Raya bersama Rumah Ekonomi Kreatif (Rumanekra) Berdikari Indonesia.

ADVERTISEMENT

Ahrian Festyananda, Ketua Asosiasi Kopi Indonesia Blitar Raya sekaligus Pendiri Rumanekra Berdikari Indonesia, menegaskan bahwa Revolusoe Coffee Event tidak hanya menghadirkan aneka racikan kopi, tetapi juga membawa pesan filosofis tentang jati diri dan sejarah.

Komunitas peneliti, pecinta, dan inovator kopi Blitar ini mengajak masyarakat memahami makna lebih dalam mengenai konsep Revolusoe Coffee Event, yang terinspirasi dari tiga tokoh besar Blitar: Soeprijadi, Soekarni, dan Soekarno.

Soeprijadi dikenal sebagai pelopor perlawanan terhadap pendudukan Jepang di Blitar. Soekarni, pemuda Garum, terkenal karena perannya dalam peristiwa Rengasdengklok yang mendesak proklamasi kemerdekaan. Sementara Soekarno, sang proklamator dan presiden pertama RI, juga memiliki ikatan sejarah kuat dengan Blitar, tempat beliau dimakamkan.

Menurut Ahrian, ketiga tokoh tersebut mewakili tiga nilai utama yang juga ada dalam dunia kopi: pemikiran, tindakan, dan semangat perubahan.

“Soekarno adalah simbol pemikiran besar. Seperti seorang peracik kopi yang memahami filosofi di balik setiap biji, ia mengajarkan bahwa kopi bukan sekadar minuman, tetapi sarana menyatukan dan menginspirasi,” ujar Ahrian.

Sementara itu, Soeprijadi menggambarkan keberanian dan tindakan nyata — layaknya petani kopi maupun barista yang bekerja dengan tangan dan hati. Adapun Soekarni mewakili energi muda dan semangat perubahan, seperti generasi pelaku kopi masa kini yang membawa inovasi ke budaya kopi Indonesia.

Bupati Blitar Rijanto menyambut baik semangat komunitas muda tersebut. Pemerintah daerah, katanya, siap memberikan pendampingan, ruang diskusi, serta fasilitas untuk mendorong kreativitas.

“Mereka mengusulkan kegiatan ini diadakan dua kali setahun. Ini menjadi tanggung jawab kami untuk menyediakan ruang kreasi. Kehadiran pemerintah tidak hanya soal dana, tetapi juga memberi tempat dan menyalurkan aspirasi,” ujarnya.

Ketua Komite Ekraf Kabupaten Blitar, Argo Wahyu Jati Kusumo, menyatakan bahwa Colaborart Festival merupakan langkah awal membangun ekosistem ekonomi kreatif yang menghubungkan berbagai komunitas di seluruh wilayah Blitar.

“Ini titik awal membangun engagement dan komunikasi antar komunitas. Tantangannya besar karena kita membangun ekosistem di 22 kecamatan dan 248 desa,” jelasnya.

Menariknya, seluruh kegiatan ini terlaksana tanpa menggunakan APBD, melainkan hasil gotong royong komunitas. Mulai dari sound system, kostum, hingga peralatan penunjang lain dipersiapkan secara swadaya.

“Kami ingin kegiatan ini tidak membebani APBD. Ke depan, kami akan mengoptimalkan CSR, donatur, dan investor untuk mendukung program,” imbuh Argo. (*)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT