Layanan tersebut juga berdampak pada peningkatan tingkat kepuasan pasien hingga 90 persen, serta mendorong akreditasi RSUD Bintan naik dari status Perdana menjadi Paripurna berkat aspek pelayanan humanis yang dihadirkan.
Pemkab Bintan juga memperkuat tata kelola inovasi melalui pembentukan Tim Pembina Inovasi Daerah (TPID) yang melibatkan lintas perangkat daerah seperti Bapperida, Inspektorat, Diskominfo, Dinas PMD, Bagian Hukum, Kanwil Kemenkumham, dan STISIPOL Raja Haji.
Keterlibatan aktif perangkat daerah mencapai lebih dari 80 persen, dengan dukungan anggaran pembinaan inovasi sebesar Rp. 1,68 Miliar melalui program GALANOVA Award.
Sejak 2020, Bintan telah menjadi rujukan inovasi bagi delapan daerah di Indonesia, di antaranya Kabupaten Karimun, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Labuhan Batu Utara, Kabupaten Lingga, TP-PKK Sulawesi Selatan dan Kabupaten Sumbawa.
Berbagai inovasi yang dijalankan terbukti membawa dampak signifikan terhadap efisiensi birokrasi dan kualitas pelayanan publik. Efisiensi administrasi meningkat hingga 60 persen, sementara partisipasi masyarakat dalam layanan digital mencapai lebih dari 75 persen.
“Inovasi telah mengubah cara kerja birokrasi menjadi lebih cepat, transparan, dan adaptif. Masyarakat kini lebih mudah mengakses layanan tanpa harus selalu datang ke kantor,” ujar Bupati Roby.
Bupati Roby juga menegaskan, inovasi telah menjadi budaya kerja di lingkungan Pemkab Bintan dan akan terus dikembangkan.
“Selama enam tahun berturut-turut Bintan telah menjadi Daerah Perbatasan Terinovatif Nasional sehingga Tantangan ke depan adalah mempertahankan prestasi ini dengan terus berinovasi, bukan semata karena lomba, tetapi demi pelayanan publik yang semakin baik bagi masyarakat Bintan,” pungkasnya.
Bupati termuda se-Kepri itu juga mengatakan, sebagai Kepala Daerah, ini merupakan bukti bakti dan tanggung jawab bahwa Pemerintah memang bertugas sebagai pemberi layanan. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Akhmad Wiyagus di hadapan seluruh penerima IGA 2025.
(*/isb)
