Mjnews.id – Wakil Ketua DPR RI dari partai Nasdem, Saan Mustopa, melakukan ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Selasa (3/3/2026). Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangkaian Safari Ramadan sekaligus untuk mendoakan dan mengambil spirit perjuangan sang Proklamator.
Dalam wawancara dengan wartawan usai ziarah, Saan Mustopa menyampaikan bahwa kehadirannya bersama rombongan adalah bentuk penghormatan atas jasa besar yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa.
“Beliau berjuang untuk negara dan bangsa sampai kita bisa merdeka seperti hari ini. Kehadiran kami untuk mendoakan agar amal ibadah dan seluruh perjuangan beliau diterima Allah SWT,” ujarnya.
Selain mendoakan, Saan menegaskan bahwa ziarah tersebut juga bertujuan menangkap dan merawat semangat perjuangan Bung Karno, terutama dalam menjaga nasionalisme di tengah kehidupan berbangsa saat ini.
“Spirit Bung Karno sebagai proklamator harus tetap kita jaga dan rawat. Nasionalisme harus terus kita tumbuhkan, terutama di kalangan anak-anak muda,” katanya.
Ia menjelaskan, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat konsistensi perjuangan. Ziarah ini merupakan bagian dari Safari Ramadan yang telah berjalan selama 11 hari.
“Ketua Umum selalu menyampaikan agar kami memperkuat silaturahmi dengan semua komponen anak bangsa. Karena itu kami datang ke pesantren, bertemu para kiai, dan berziarah ke tokoh-tokoh bangsa. Sebelumnya kami juga berziarah ke Sunan Giri dan Sunan Ampel,” jelasnya.
Menurutnya, ziarah kepada para tokoh bangsa, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat, menjadi bagian penting untuk mengambil semangat dan keteladanan dalam menjaga istiqomah perjuangan demi perubahan ke arah yang lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, Saan juga menanggapi aspirasi masyarakat terkait isu internasional, termasuk desakan agar Indonesia keluar dari God of Peace menyusul serangan terhadap Iran oleh AS dan Israel.
Ia menyebut, setiap aspirasi masyarakat merupakan hal yang wajar dan akan ditampung oleh DPR RI untuk dibahas lebih lanjut secara bersama-sama.
“Semua aspirasi akan kita tampung dan pertimbangkan. Nanti akan kita diskusikan dalam forum DPR,” tegasnya.
Terkait serangan terhadap Iran, Saan menyampaikan sikap tegas bahwa tindakan tersebut patut dikutuk, terlebih terjadi di bulan Ramadan saat masyarakat Iran tengah menjalankan ibadah puasa.
“Serangan seperti itu bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan. Apalagi dilakukan di bulan suci Ramadan,” pungkasnya. (*)






